Harga CPO Bursa Malaysia 11 Juni 2026 Menguat Dua Hari Beruntun
Harga kontrak Crude Palm Oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives (BMD) kembali menguat pada perdagangan Kamis, 11 Juni 2026.
Kenaikan ini merupakan hari kedua berturut-turut bagi komoditas tersebut.
>>> Studi Ungkap Alasan Alkohol Picu Keinginan Ngemil Makanan Gurih
Pergerakan positif ini dipengaruhi oleh melemahnya nilai tukar Ringgit Malaysia.
Selain itu, harga minyak nabati di pasar global yang meningkat dan lonjakan volume ekspor kelapa sawit Malaysia awal Juni turut menjadi pendorong.
Pergerakan Harga Kontrak Berjangka
Berdasarkan data penutupan BMD, kontrak berjangka CPO untuk Juni 2026 naik 11 Ringgit Malaysia menjadi 4.461 Ringgit Malaysia per ton.
Kontrak Juli 2026 juga naik 11 Ringgit Malaysia ke 4.4509 Ringgit Malaysia per ton.
Kontrak Agustus 2026 bertambah 13 Ringgit Malaysia menjadi 4.551 Ringgit Malaysia per ton.
Sementara itu, kontrak September 2026 naik 14 Ringgit Malaysia ke 4.592 Ringgit Malaysia per ton.
Kontrak Oktober 2026 menguat 17 Ringgit Malaysia ke posisi 4.632 Ringgit Malaysia per ton.
>>> Michael Carrick Rombak Lini Tengah Manchester United, Mainoo Jadi Andalan
Kontrak November 2026 juga naik 12 Ringgit Malaysia menjadi 4.661 Ringgit Malaysia per ton.
Faktor Pendukung dan Penghambat
Selain pelemahan ringgit, apresiasi harga di bursa Dalian China dan Chicago Amerika Serikat ikut mendongkrak nilai CPO. Aktivitas pengiriman logistik juga memberikan sentimen positif bagi pelaku pasar.
Laporan perusahaan survei kargo menunjukkan pertumbuhan ekspor minyak sawit Malaysia sekitar 3,5% hingga 4,9% pada periode 1–10 Juni dibandingkan bulan sebelumnya.
Namun, ruang kenaikan harga CPO masih terbatas. Data industri terbaru mengonfirmasi peningkatan persediaan minyak sawit di Malaysia selama dua bulan berturut-turut hingga Mei.
Dari sisi permintaan global, impor dari India selaku pembeli terbesar menunjukkan pemulihan tipis pada Mei.
Meski naik dari level terendah dalam empat bulan, volumenya masih di bawah rata-rata normal.
>>> Sony Pictures Garap 24 Jump Street, Jonah Hill dan Channing Tatum Kembali Berduet
Indonesia sebagai produsen minyak sawit terbesar dunia baru saja menerapkan regulasi teknis baru terkait ekspor. Kebijakan ini memicu kekhawatiran eksportir dan menciptakan ketidakpastian pada jalur perdagangan jangka pendek.
Update Terbaru
Menteri ESDM Bantah Kelangkaan Batu Bara Jadi Penyebab Pemadaman Listrik di Jawa
Jumat / 12-06-2026, 07:32 WIB
Astra Kuasai 51 Persen Pasar Mobil Nasional Hingga Mei 2026
Jumat / 12-06-2026, 07:32 WIB
Polri dan TNI Kerahkan 4.151 Personel Kawal Demo BEM UI
Jumat / 12-06-2026, 07:28 WIB
Astra Kuasai 51% Pasar Mobil Nasional Hingga Mei 2026
Jumat / 12-06-2026, 07:27 WIB
Antonio Gracias Kantongi Saham SpaceX Senilai Rp 1.000 Triliun
Jumat / 12-06-2026, 07:27 WIB
Kebun Raya Cibodas Terapkan Tarif Tiket Masuk Berdasarkan PP Baru
Jumat / 12-06-2026, 07:25 WIB
PT Pakuwon Jati Tbk Bagikan Dividen Tunai Rp626 Miliar
Jumat / 12-06-2026, 07:25 WIB
Sean Gelael dan Team WRT 32 Tampil Menjanjikan Jelang 24 Hours of Le Mans
Jumat / 12-06-2026, 07:25 WIB
Umat Islam Dianjurkan Amalkan Doa Memohon Keselamatan dan Perlindungan
Jumat / 12-06-2026, 07:25 WIB
Polisi Imbau Pengendara Hindari Bundaran HI Imbas Demo BEM UI
Jumat / 12-06-2026, 07:24 WIB
Bank Dunia Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Global 2026 Jadi 2,5 Persen
Jumat / 12-06-2026, 07:24 WIB
Gwyneth Paltrow Dikritik Usai Bintangi Iklan Properti Mewah di Israel
Jumat / 12-06-2026, 07:21 WIB
Parkir di Tempat Teduh Jaga Performa Baterai Motor Listrik
Jumat / 12-06-2026, 07:21 WIB
11 Pesepak Bola dengan Pendapatan Tertinggi di Piala Dunia 2026
Jumat / 12-06-2026, 07:21 WIB






