Hubungan antara Xavi Hernandez dan Presiden Barcelona, Joan Laporta, kembali memanas. Mantan pelatih Blaugrana itu dikabarkan tidak lagi diikutsertakan dalam berbagai aktivitas resmi klub, termasuk pertandingan Barcelona Legends.

Sanksi internal ini diberlakukan setelah Xavi secara terbuka mengkritik kepemimpinan Laporta. Menurut laporan Catalunya Radio yang dikutip Bola, sang legenda tidak dipanggil dalam dua agenda terakhir Barcelona Legends.

>>> Real Madrid Segera Umumkan Kedatangan Jose Mourinho Sebagai Pelatih Baru

Xavi absen saat Ronaldinho tampil di Miami dan ketika Rivaldo bermain di Seoul, Korea Selatan. Kondisi ini diperkirakan akan berlanjut pada agenda-agenda Barcelona Legends mendatang.

Sosok yang disebut berperan penting dalam penentuan skuad adalah Alejandro Echevarria, mantan ipar dan orang kepercayaan Laporta.

Nama Echevarria sempat disorot Xavi dalam wawancara dengan La Vanguardia awal tahun ini.

"Echevarria memiliki kekuasaan lebih besar daripada Laporta di klub," kata Xavi saat itu.

Dalam wawancara yang sama, Xavi juga mengungkit kegagalan manajemen memulangkan Lionel Messi pada 2023. Menurut Xavi, Laporta tidak menyampaikan fakta sebenarnya mengenai kegagalan transfer tersebut.

"Presiden juga tidak mengatakan yang sebenarnya dalam hal itu. Leo sudah hampir bergabung," ujar Xavi.

>>> Fary Djemy Francis Prediksi Piala Dunia 2026 Lahirkan Juara Baru

Komentar ini memicu polemik karena muncul menjelang pemilihan presiden Barcelona pada Maret lalu dan dinilai sebagai dukungan tersirat kepada rival Laporta, Victor Font.

Xavi merespons pencoretan dari agenda klub dengan perasaan marah dan kecewa.

Ia sangat ingin bermain bersama Sergio Busquets, Jordi Alba, dan Javier Mascherano dalam laga Barcelona Legends di Korea Selatan.

Namun, agen Xavi menerima panggilan dari Luis Sa yang mengabarkan bahwa ia tidak masuk dalam skuad untuk pertandingan di Seoul.

Kondisi ini memperpanjang daftar hubungan buruk Laporta dengan para pelatih sejak kembali menjabat pada 2021. Sebelumnya, hubungan Laporta dengan Ronald Koeman juga sempat memanas.

Xavi sempat menyatakan mundur pada awal 2024 sebelum membatalkannya untuk menghormati kontrak. Laporta kemudian memecatnya sebelum musim 2023/2024 berakhir tanpa trofi, setelah Xavi mengkritik kemampuan finansial Barcelona.

>>> Timnas U19 Indonesia Tantang Australia pada Semifinal Piala AFF 2026

Meski hubungan dengan Laporta merenggang, Xavi menegaskan hubungan harmonis dengan suksesornya, Hansi Flick. Flick sukses mengembalikan dominasi Barcelona dengan meraih lima dari enam trofi domestik di Spanyol.