Dewan Pembina Garudayaksa FC Academy Fary Djemy Francis memprediksi Piala Dunia 2026 akan melahirkan juara baru.

Turnamen yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko ini dinilai memiliki persaingan lebih terbuka berkat sistem skuad.

>>> Timnas U19 Indonesia Tantang Australia pada Semifinal Piala AFF 2026

Pernyataan tersebut disampaikan dalam keterangan tertulis di Jakarta pada Kamis (11/6/2026). Format baru edisi ke-23 ini mencatat sejarah dengan penambahan jumlah peserta menjadi 48 negara.

Laga pembuka dijadwalkan mempertemukan tuan rumah Meksiko melawan Afrika Selatan di Stadion Azteca pada Jumat (12/6/2026) dini hari pukul 02.00 WIB.

Belanda dan Jepang Jadi Kekuatan Disruptif

Fary menilai pergeseran peta kekuatan dipengaruhi oleh kesiapan kedalaman tim yang tidak lagi bertumpu pada nama besar. Dua negara yang menjadi perhatian khusus adalah Belanda dan Jepang.

"Keberhasilan kini ditentukan oleh kualitas sistem dan kemampuan beradaptasi. Belanda dan Jepang menjadi dua kekuatan disruptif yang layak diperhitungkan," ujar Fary.

Tim Oranje berada di Grup F bersama Jepang, Swedia, dan Tunisia. Komposisi talenta muda dan pemain senior yang matang dinilai menguntungkan.

Fary menambahkan bahwa Belanda kerap tampil efektif saat tidak diunggulkan publik. "Mereka berpotensi menyingkirkan para unggulan hingga mencapai partai puncak," katanya.

>>> Thomas Tuchel Izinkan WAGs Timnas Inggris Masuk Hotel Jelang Piala Dunia 2026

Sementara Jepang mendapat apresiasi atas keberhasilan membangun sepak bola modern berbasis disiplin kolektif. Visi kompetisi domestik J.

League dan investasi jangka panjang membuat mereka mampu menumbangkan tim elite tradisional.

"Jepang telah membuktikan bahwa batas antara negara favorit dan nonfavorit kini semakin tipis.

Jika Belanda atau Jepang berhasil mengangkat trofi pada 20 Juli nanti, Piala Dunia 2026 akan dikenang sebagai titik awal tatanan baru sepak bola dunia," tutup Fary.

Perubahan format ini memangkas dominasi panjang negara-negara besar seperti Brasil, Jerman, Italia, dan Argentina.

>>> Thomas Tuchel Izinkan WAGs Timnas Inggris Masuk Hotel Jelang Piala Dunia 2026

Kesenjangan kualitas antarnegara yang semakin menyempit membuka peluang bagi tim kuda hitam untuk menguji sistem permainan mereka.