PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII) bersiap menerbitkan Obligasi Berkelanjutan Tahap I Tahun 2026 dengan nilai emisi maksimal Rp 2 triliun.

Langkah ini merupakan bagian dari program Obligasi Berkelanjutan V yang total target penghimpunan dananya mencapai Rp 5 triliun.

>>> Carlo Ancelotti Kokohkan Ruang Ganti Timnas Brasil Jelang Piala Dunia

Seluruh dana segar dari aksi korporasi ini akan dialokasikan penuh untuk mempertebal penyaluran kredit.

Obligasi tahap awal ditawarkan dalam tiga seri tenor, yaitu 370 hari, tiga tahun, dan lima tahun.

Surat utang dipasarkan 100% dari nilai pokok dengan pembayaran bunga berkala setiap tiga bulan.

Bookbuilding dijadwalkan pada 10 hingga 18 Juni 2026, dan pencatatan di BEI ditargetkan pada 3 Juli 2026.

Manajemen menyatakan dana hasil penerbitan, setelah dikurangi biaya emisi, akan digunakan untuk meningkatkan aset produktif, terutama kredit.

>>> Scary Movie 6 Puncaki Box Office Global, Parodi John Wick Jadi Daya Tarik

Obligasi ini telah mengantongi peringkat idAAA dari Pefindo, mencerminkan kemampuan finansial yang sangat kuat.

Sepanjang 2025, Maybank Indonesia mencatat laba bersih Rp 1,7 triliun, naik 42,01% dari Rp 1,2 triliun pada 2024.

Laba sebelum pajak melonjak dari Rp 1,6 triliun menjadi Rp 2,2 triliun, sementara pendapatan bunga bersih naik 1,64% menjadi Rp 7,2 triliun.

Kualitas aset membaik dengan rasio NPL gross turun ke 2,31% dari 2,88%, dan NPL net ke 1,41% dari 1,54%.

Rasio kecukupan modal (CAR) mencapai 25,47% pada akhir 2025, meningkat dari 23,65% pada 2024.

>>> Bekerja di Luar Jurusan Kuliah Bukan Berarti Gagal Karier

Rasio loan to deposit ratio (LDR) tercatat 90,31%, sedikit naik dari 89,84% pada tahun sebelumnya.