Banyak lulusan perguruan tinggi merasa gagal ketika meniti karier di bidang yang berbeda dari jurusan kuliahnya.

Padahal, dalam dunia kerja modern, jalur karier tidak selalu berjalan lurus mengikuti ijazah yang dimiliki.

>>> Summarecon Agung Targetkan Marketing Sales Rp 5,2 Triliun pada 2026

Pandangan bahwa karier harus selalu sejalan dengan latar belakang pendidikan kini mulai bergeser.

Lulusan muda perlu memahami bahwa dunia kerja saat ini semakin fleksibel, sehingga kemampuan beradaptasi menjadi faktor krusial di samping kesesuaian jurusan.

Batas antarbidang kerja yang semakin cair membuat pandangan bahwa karier harus linier sejak awal hingga akhir menjadi tidak relevan.

Seseorang dapat memanfaatkan berbagai keterampilan yang diperoleh selama kuliah untuk diterapkan di bidang lain.

Fleksibilitas Psikologis Kunci Sukses

"Dari sudut pandang psikologi karier, lulusan yang memiliki fleksibilitas psikologis tinggi cenderung melihat bahwa keterampilan yang mereka miliki bersifat transferable atau bisa diterapkan di berbagai bidang," ujar Danti Wulan Manunggal, S.

Psi. , Psikolog, psikolog Ibunda.

id pada Kamis (11/6/2026).

Fleksibilitas ini membuat lulusan muda lebih terbuka dalam menerima peluang kerja di luar koridor akademik.

Kemampuan adaptasi karier atau career adaptability juga menjadi modal penting untuk bertahan di tengah perubahan dunia kerja yang cepat.

Peluang Belajar dan Kepuasan Kerja

Bekerja di luar jurusan kuliah tidak otomatis membawa dampak negatif terhadap kesehatan mental maupun tingkat kepuasan kerja. Kondisi ini justru dapat dimaknai secara positif sebagai ruang untuk berkembang.

>>> Skema Bansos Bakal Dirombak Jadi Tunai Menggunakan Kecerdasan Buatan

"Mereka melihat ketidaksesuaian ini sebagai peluang untuk memperluas portofolio keterampilan, bukan sebagai kegagalan akademis," kata Danti.