Summarecon Agung Targetkan Marketing Sales Rp 5,2 Triliun pada 2026
PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) membidik angka marketing sales sebesar Rp 5,2 triliun pada tahun 2026.
Target ini diumumkan di tengah tekanan pelemahan nilai tukar rupiah dan kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia.
>>> Skema Bansos Bakal Dirombak Jadi Tunai Menggunakan Kecerdasan Buatan
Pencapaian tersebut akan ditopang oleh kontribusi penjualan dari sembilan kawasan kota terpadu yang dimiliki perseroan.
Hingga kuartal I 2026, prapenjualan properti SMRA tercatat Rp 1,2 triliun, melonjak 37 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Manajemen mengakui bahwa kebijakan pengetatan moneter memberikan tekanan pada biaya operasional dan pembiayaan konsumen.
Kurs rupiah di pasar spot sempat melemah ke Rp 17.989 per dolar AS pada Kamis (11/6/2025), bersamaan dengan kenaikan suku bunga acuan BI menjadi 5,5 persen.
Dampak Suku Bunga dan Strategi Efisiensi
Direktur SMRA, Lydia Tjio, menjelaskan bahwa lonjakan suku bunga acuan akan berdampak berantai pada berbagai pos pembiayaan, mulai dari bunga KPR, pinjaman perbankan, hingga ongkos bahan baku.
"Kami juga berusaha di dalam internal perusahaan, kami cukup mengelola dengan prudent segala pengeluaran.
>>> Pemerintah Tutup Ratusan Perlintasan Sebidang untuk Tingkatkan Keselamatan
Efisiensi akan kami lakukan dalam segala bidang," ujarnya dalam paparan publik pada Kamis (11/6/2026).
Manajemen saat ini masih mencermati pergerakan kebijakan lanjutan yang akan diambil pemerintah untuk meredam kelesuan mata uang domestik.
Optimisme juga disampaikan oleh Presiden Direktur Summarecon Agung, Adrianto Pitojo Adi, yang meyakini pemerintah akan mengeluarkan stimulus ekonomi khusus guna memitigasi risiko kenaikan suku bunga.
Selama Januari hingga Mei 2026, SMRA memfokuskan strategi pemasaran pada produk hunian untuk segmen kelas menengah dan menengah ke atas.
Segmen ini dinilai memiliki daya tahan finansial yang lebih kokoh.
"Kami berharap pada tahun ini akan adanya pemulihan daya beli di segmen kelas menengah yang sebelumnya menghadapi tantangan," papar Adrianto.
>>> Jadwal KA Dharmawangsa Ekspres Surabaya-Jakarta PP dan Harga Tiket Terbaru
Pengembangan sembilan township yang telah dimiliki tetap menjadi fokus utama korporasi sepanjang tahun ini. Langkah ini diharapkan dapat memicu pemulihan daya beli publik secara bertahap.
Update Terbaru
Kenali 4 Tanda Ginjal Rusak dari Warna dan Bau Air Kencing
Senin / 27-07-2026, 06:56 WIB
Kepergok Curi Ayam Aduan, Pria Tewas Dikeroyok Massa di Tabanan
Senin / 27-07-2026, 06:56 WIB
Nathalie Holscher Bela Ustaz Syam yang Dihujat Usai Ceramah di Pernikahannya
Senin / 27-07-2026, 06:56 WIB
Ganjar Hormati Langkah Kaesang Nyaleg dari Solo, Serahkan Penilaian ke Rakyat
Senin / 27-07-2026, 06:56 WIB
Harga Baterai Turun 35%, Tapi Mengapa Harga EV Tak Juga Murah?
Senin / 27-07-2026, 06:35 WIB
Kecelakaan Maut di Derby, Bayi Perempuan Tewas Bersama Tiga Orang Lain
Senin / 27-07-2026, 06:35 WIB
Jadwal KRL Solo-Jogja Senin 27 Juli 2026: 12 Perjalanan, Tarif Rp8.000
Senin / 27-07-2026, 06:35 WIB
Jadwal KRL Jogja–Solo 27 Juli 2026: Rute, Tarif Flat Rp8.000, dan 15 Waktu Keberangkatan
Senin / 27-07-2026, 06:35 WIB
Emiliano Grillo Kejar Pimpinan Turnamen Usai Kelahiran Anak Kedua
Senin / 27-07-2026, 06:28 WIB
Palmeiras Jamu Atletico MG di Laga Perdana Nubank Parque
Senin / 27-07-2026, 06:28 WIB
Monyet Yatim Punch Rayakan Ulang Tahun Pertama di Kebun Binatang Jepang
Senin / 27-07-2026, 06:28 WIB
Cara Resmi Dapatkan Robux Gratis di Roblox, Aman dan Legal Juli 2026
Senin / 27-07-2026, 06:28 WIB
Add-on Gratis Chaos Cubed: Pixel Party Hadirkan Lima Minigame Arcade Baru di Minecraft
Senin / 27-07-2026, 06:21 WIB
Mantan Bintang NBA Isaiah Rider Ditahan Lagi karena Langgar Perintah Pengadilan
Senin / 27-07-2026, 06:21 WIB







