Pemerintah Indonesia mempercepat penutupan ratusan perlintasan sebidang kereta api. Langkah ini diambil untuk meningkatkan keselamatan dan menekan risiko kecelakaan di jalan raya.

Perwakilan pemerintah, Dudy, menyampaikan progres percepatan penanganan perlintasan sebidang. Saat ini sudah ada 172 perlintasan yang ditutup dan 490 lainnya sedang dalam proses.

>>> Jadwal KA Dharmawangsa Ekspres Surabaya-Jakarta PP dan Harga Tiket Terbaru

Berdasarkan data pemerintah, terdapat sekitar 1.148 perlintasan sebidang yang menjadi target penanganan berikutnya. Wilayah Jabodetabek menjadi prioritas dengan 166 lokasi.

Dari total 3.674 perlintasan sebidang yang terdata di Indonesia, sebanyak 1.810 di antaranya tidak dijaga.

Dari jumlah tersebut, 172 perlintasan memiliki lebar jalan kurang dari dua meter, sedangkan 1.638 lainnya lebih dari dua meter.

>>> AFTECH Dorong Transparansi Data Industri Pinjaman Online

PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI juga berencana menerapkan teknologi automatic train protection (ATP) pada jaringan kereta api konvensional.

Hal ini untuk meningkatkan aspek keselamatan dan keamanan operasional.

Selain penanganan perlintasan, pemerintah menyiapkan proyek pengembangan transportasi perkeretaapian. Rencana renovasi Stasiun Gambir dalam dua tahun ke depan akan terintegrasi dengan layanan KRL Commuter Line.

>>> Bank Indonesia Naikkan Bunga SRBI untuk Stabilkan Rupiah

Pemerintah juga tengah menyiapkan pengembangan Stasiun Manggarai sebagai pusat integrasi atau hub transportasi kereta api di Jakarta.