>>> Kementerian ESDM Pastikan Kompensasi Energi Sasar Masyarakat Berhak

Subsidi Tetap Dipertahankan

Pemerintah menegaskan komitmennya untuk melindungi daya beli masyarakat kelas bawah dengan mempertahankan tarif BBM bersubsidi.

Harga Pertalite dipastikan tetap Rp10.000 per liter, dan Biosolar masih Rp6.800 per liter.

"Arahan dari Presiden Prabowo jelas kepada Pak [Menteri ESDM] Bahlil, bahwa kelompok yang paling rentan, masyarakat miskin, yang paling terdampak, yang banyak menggunakan terutama BBM subsidi, ini yang harus dijaga," tutur Dwi.

Kementerian ESDM membenarkan adanya indikasi perpindahan konsumen dari Pertamax ke Pertalite, namun volumenya masih kecil.

"Tadi kami sudah berdiskusi dengan Dirut Pertamina Patra Niaga. Dalam dua hari ini apakah sudah ada pergeseran?

Alhamdulillah tidak terlalu besar shiftingnya," jelas Dwi.

Untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi, mitigasi telah disiapkan, termasuk optimalisasi kewajiban QR code bagi pembeli Pertalite dan pengawasan ketat di SPBU.

Masyarakat yang mampu secara finansial diimbau tidak mengonsumsi BBM bersubsidi.

"Semua juga harus aware dong, mana yang bukan haknya, jangan diambil. Sehingga, masyarakat yang memang harus dilindungi nih masyarakat bawah, petani, nelayan itu bisa tetap survive," ujar Dwi.

Sebagai penutup, Kementerian ESDM menginformasikan bahwa harga Pertamax Rp16.250 per liter masih di bawah nilai keekonomian yang ideal, yang seharusnya berkisar Rp20.000 hingga Rp21.000 per liter.

>>> Wisatawan Padati Tradisi Perang Pandan di Desa Tenganan Pegringsingan

"Jadi kenaikan atau penyesuaian yang dilakukan sekarang ini sebenarnya masih jauh di bawah harga keekonomian. Namun ini adalah pilihan terbaik jalan tengah," pungkas Dwi.