Ekspor sepeda motor utuh atau completely built up (CBU) dari Indonesia mencatat pertumbuhan sebesar 4,5 persen pada Mei 2026.

Total pengiriman mencapai 54.759 unit, berdasarkan data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) yang dirilis Kamis (11/6/2026).

>>> Subaru Sambar Van 2026 Hadir dengan Fitur Keselamatan Lebih Baik, Harga Mulai Rp115 Juta

Volume tersebut meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat sebanyak 52.411 unit pada April 2026.

Kenaikan ini menjadi tren positif selama dua bulan berturut-turut setelah sempat melemah pada Maret.

Secara year on year (YOY), ekspor pada Mei 2026 tumbuh 10,4 persen dibandingkan capaian Mei 2025 yang hanya 49.618 unit.

Pertumbuhan ini turut mendorong volume ekspor kumulatif periode Januari–Mei 2026 menjadi 266.752 unit.

Akumulasi tersebut melonjak sekitar 19,8 persen dari periode yang sama tahun lalu yang sebesar 222.647 unit.

>>> Suzuki Resmi Luncurkan Fronx Sport di Malaysia, Tampil Lebih Agresif

Artinya, terdapat penambahan ekspor sebanyak 44.105 unit dalam lima bulan pertama tahun ini.

Tantangan Geopolitik Global

Ketua Bidang Komersial AISI, Sigit Kumala, menilai dinamika geopolitik dan ekonomi global masih menjadi faktor penentu kinerja ekspor.

Menurutnya, produk motor Indonesia sangat kompetitif, apalagi dengan pelemahan rupiah yang seharusnya meningkatkan daya saing.

Namun, ketidakpastian ekonomi global masih membayangi permintaan dari negara tujuan ekspor.

Sigit menyebut target ekspor 2026 kurang lebih sama dengan 2025, tanpa mengharapkan peningkatan signifikan karena kondisi geopolitik global belum mendukung.

>>> Toyota Luncurkan Camry Bermesin Ganda 700 Tenaga Kuda di Jepang

Meski menghadapi tantangan, realisasi ekspor sepeda motor buatan Indonesia hingga lima bulan pertama tahun ini tercatat lebih baik dibandingkan pencapaian tahun lalu.