Militer Iran meluncurkan 12 rudal balistik ke Pangkalan Udara Muwaffaq Salti di Yordania pada Kamis (11/6/2026).

Pangkalan tersebut merupakan fasilitas militer Amerika Serikat.

>>> Jadwal Matchday 1 Piala Dunia 2026: 11-17 Juni, Meksiko vs Afrika Selatan Pembuka

Serangan itu menyasar pusat komando serta armada jet tempur canggih seperti F-35, F-15, dan F-16. Informasi ini dilansir dari Investor Daily dan menandai eskalasi baru konflik kedua negara.

Ketegangan di kawasan semakin memanas setelah Presiden AS Donald Trump pada Rabu (10/6/2026) menuduh Iran menghambat negosiasi.

Trump juga mengancam akan meluncurkan aksi balasan berskala besar.

Pusat Komando Pentagon mengonfirmasi bahwa angkatan bersenjata AS langsung digerakkan untuk melancarkan serangan balasan ke wilayah Iran. Instruksi tersebut berasal dari panglima militer.

>>> Kemendikdasmen Imbau Waspada Tautan Palsu Pencairan PIP

Sementara itu, kesiapan militer Iran dilaporkan sudah dalam status siaga penuh. Hal ini disiarkan oleh kantor berita Iran Tasnim.

Otoritas militer Iran menegaskan kesiapan mereka untuk menggempur berbagai target strategis milik AS di Timur Tengah. Langkah ini akan diambil jika provokasi terhadap Iran terus berlanjut.

Aksi ofensif Teheran berupa penembakan rudal ke Yordania ini terjadi setelah sebelumnya mereka juga menggempur Pangkalan Udara Harir di Irak Utara.

>>> Honda Super One Meluncur di GIIAS 2026, Harga Rp 320 Juta

Informasi tersebut berdasarkan rilis dari kantor berita Nour News.