Strategi ini dinilai penting karena pasar menuntut solusi kepemilikan yang terjangkau, bukan sekadar produk baru.

Fasilitas tukar tambah juga disediakan bagi pemilik kendaraan lama yang ingin memperbarui model. Program ini menyederhanakan rantai penjualan mobil bekas tanpa memaksa pemilik mencari pembeli sendiri.

"Kalau untuk second buyer sekarang kita punya program-program untuk memudahkan mereka menjual kendaraannya," ujar Agung.

Orientasi perusahaan kini diarahkan pada pengalaman kepemilikan yang komprehensif, mulai dari transaksi awal, perawatan, hingga penjualan kembali.

"Kita memastikan total ownership experience mereka itu ada. Mulai beli, mudah beli, terus mudah rawat, sampai mudah jual," tegasnya.

Penerapan metode menyeluruh ini diklaim menjadi kunci Daihatsu dalam mempertahankan eksistensi dan dominasi di persaingan industri.

>>> Tiket Konser BTS di Jakarta Ludes dalam 11 Menit

Melalui rangkaian program taktis tersebut, Daihatsu menargetkan stabilitas performa niaga dan penguatan pangsa pasar di tengah ketatnya persaingan otomotif pada 2026.