PT Citra Borneo Utama Tbk (CBUT) membukukan laba bersih sebesar Rp 45 miliar pada kuartal I-2026.

Angka itu naik 11,57 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp 41 miliar.

>>> Kemenhub Pastikan Kenaikan Pertamax Belum Berdampak ke Tarif Angkutan

Pencapaian ini diraih di tengah fluktuasi harga komoditas global.

Direktur Utama CBUT, Rorry Christian Tobing, mengatakan efisiensi operasional dan fokus pada produk hilir menjadi kunci.

"Penurunan tipis penjualan pada kuartal I-2026 lebih disebabkan oleh fluktuasi harga komoditas global dan ketidakpastian pasar akibat situasi geopolitik," ujar Rorry.

Meski pendapatan turun tipis 0,53 persen menjadi Rp 3,38 triliun, laba usaha melonjak 19,02 persen menjadi Rp 89 miliar.

>>> Canon India Luncurkan Kampanye #IndiaInMotion untuk Dukung Sineas Muda

Ekspansi dan Prospek ke Depan

CBUT mempercepat penyelesaian proyek Refinery & Fractionation II berkapasitas 1.500 ton per hari.

Fasilitas baru itu ditargetkan beroperasi penuh mulai Juli 2026.

Manajemen optimistis dengan rencana implementasi mandatori biodiesel B50 oleh pemerintah per 1 Juli 2026.

"Program B50 kami nilai sebagai katalis positif. Kebijakan ini menciptakan tambahan permintaan minyak sawit di dalam negeri," kata Rorry.

>>> Harga Pertamax Naik, Pengendara Mulai Pertimbangkan BBM Oktan Rendah

CBUT yakin tambahan kapasitas pabrik dan tingginya kebutuhan bahan baku biodiesel akan mendorong pertumbuhan pada semester II-2026.