Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengumumkan penataan ulang sistem dan skema program Makan Bergizi Gratis di Jakarta pada Kamis (11/6/2026).

Langkah ini berpotensi memberlakukan moratorium penambahan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) selama proses pembenahan internal.

>>> IHSG Anjlok 112 Poin Akibat Ketegangan Geopolitik Timur Tengah

Kepemimpinan operasional program kini dipegang oleh Kepala Manajemen Makan Bergizi Gratis yang baru, Nanik Sudaryati Deyang.

"Ya, jadi saya jelaskan, penataan ini memang tidak ada yang baru dulu [dapur MBG], jadi penataan dulu," ungkap Zulkifli Hasan dalam konferensi pers peningkatan kualitas Layanan MBG dan SPPG terpencil.

Proses pembenahan internal tata kelola proyek nasional ini ditargetkan selesai dalam jangka waktu satu bulan ke depan.

Pergantian manajemen dilakukan setelah adanya evaluasi dari presiden.

"Ya, kita lagi ngeberesin internal dulu ini, tadi yang saya sebutkan ya, yang lain-lain nanti.

Tapi yang sekarang, yang saya sampaikan tadi, kita tata dulu sampai bagus," tambah Zulkifli Hasan.

Penataan ini dianggap mendesak demi memperbaiki kualitas layanan di seluruh wilayah operasional Indonesia.

Evaluasi menyeluruh dilakukan terhadap puluhan ribu unit layanan yang sudah berjalan.

"Presiden mendengar dan sudah mengambil keputusan, diganti dengan manajemen yang baru. Oleh karena itu, perlu waktu penataan satu bulan," ungkap Zulkifli Hasan.

Perbaikan sistem ini dilatarbelakangi oleh banyaknya unit pelayanan yang sempat dihentikan sementara.

Badan Gizi Nasional mencatat performa unit sejak awal program diluncurkan.

Data Badan Gizi Nasional dari 6 Januari 2025 hingga 29 Mei 2026 menunjukkan ada 27.208 SPPG beroperasi di Indonesia.

>>> Pendaftaran SPMB Jatim 2026 Jalur Domisili Resmi Dibuka

Sebanyak 8.182 SPPG di antaranya tercatat pernah mengalami penghentian operasional sementara atau suspend.