Penjualan Eceran April 2025 Ambles 11,6 Persen, BI Sebut Faktor Musiman
Bank Indonesia mencatat penjualan eceran pada April 2025 mengalami kontraksi 11,6 persen secara bulanan. Angka ini berbalik dari bulan sebelumnya yang tumbuh 10,3 persen.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menyebut penurunan ini dipicu siklus tahunan.
>>> Sinar Mas Land Bangun Rekreasi Peternakan Raksasa di BSD City
"Sejalan dengan normalisasi permintaan masyarakat setelah periode HBKN Ramadan dan Idulfitri 1447 H," jelasnya, Kamis (11/6/2026).
Penurunan terjadi di hampir semua sektor. Kelompok Barang Lainnya menjadi yang paling terpukul dengan anjlok 16,6 persen secara bulanan.
Kelompok Barang Budaya dan Rekreasi turun 12,5 persen, disusul Makanan, Minuman, dan Tembakau yang menyusut 12,3 persen secara bulanan.
Secara tahunan, penjualan eceran April 2025 juga terkoreksi 3,7 persen. Ini mengakhiri tren pertumbuhan tahunan yang bertahan selama 12 bulan berturut-turut.
Penurunan tahunan terutama berasal dari Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau yang minus 3,8 persen.
Kelompok Peralatan Informasi dan Komunikasi merosot 26,4 persen, serta Subkelompok Sandang turun 7,0 persen secara tahunan.
>>> Makna Rezeki yang Tidak Pernah Habis dalam Al-Qur'an
BI memproyeksikan penjualan eceran Mei 2026 masih terkontraksi 0,9 persen secara bulanan. Namun, angka ini membaik dibandingkan realisasi April yang minus 11,6 persen.
Perbaikan didorong momentum perayaan keagamaan, seperti Kenaikan Yesus Kristus, Iduladha, dan Waisak.
Secara tahunan, penjualan eceran Mei 2026 diprakirakan minus 3,2 persen, lebih baik dari April yang minus 3,7 persen.
"Ditopang terutama oleh peningkatan penjualan tahunan pada Kelompok Suku Cadang dan Aksesori, Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya, dan Barang Lainnya," ujar Denny.
BI juga memetakan tekanan inflasi tiga bulan ke depan.
Indeks Ekspektasi Harga Umum Juli 2026 diprediksi stabil di level 175,8, hampir sama dengan periode sebelumnya 175,6.
>>> Ketajaman Reno Salampessy Jadi Sorotan Lini Depan Timnas U19 Indonesia
Sementara itu, potensi kenaikan inflasi diperkirakan terjadi pada Oktober 2026. Indeks Ekspektasi Harga Umum Oktober 2026 naik ke 167,6, lebih tinggi dari periode sebelumnya 163,2.
Update Terbaru
Buffalo Bills Hadapi Ujian Berat di Laga Pembuka Melawan Houston Texans
Senin / 27-07-2026, 02:14 WIB
PGDX 2026 Siap Digelar Akhir Juli di SMX Convention Center Manila
Senin / 27-07-2026, 02:07 WIB
GM Raup 70 Sen dari Setiap Dolar Langganan, Hanya 4 Sen dari Penjualan Mobil
Senin / 27-07-2026, 02:07 WIB
Jimmie Johnson Kembali ke No. 48 untuk Balap Perpisahan di Daytona 500 2027
Senin / 27-07-2026, 02:01 WIB
Utah Talons Kalahkan Chicago Bandits 2-1 di Laga Pembuka Final AUSL
Senin / 27-07-2026, 02:01 WIB
Lucas Glover Protes Teknik AimPoint dengan Melepas Sepatu di 3M Open
Senin / 27-07-2026, 02:00 WIB
Jalen Brunson Masuk Klub Tanpa Hambatan, Michael Porter Jr. Harus Diperiksa
Senin / 27-07-2026, 02:00 WIB
Pelaku Serangan Pride Berlin Tewas dalam Baku Tembak dengan Polisi
Senin / 27-07-2026, 01:56 WIB
Percakapan Terakhir Oliver Tree dengan Sang Ibu: Antusiasme untuk Perjalanan Helikopter yang Fatal
Senin / 27-07-2026, 01:56 WIB
Profesor Sejarah Temukan Harta Karun Emas Zaman Besi Terbesar di Inggris
Senin / 27-07-2026, 01:56 WIB
Jika Internet Padam Global, Kekacauan dan Satu Miliar Orang Diprediksi Tewas
Senin / 27-07-2026, 01:56 WIB
Olah TKP Klinik Kebayoran Baru, Polisi Amankan Bantal Biru dan Sepeda Motor
Senin / 27-07-2026, 01:22 WIB
Pengemudi Tabrak Peserta Parade LGBT di Berlin, 1 Tewas dan 16 Luka
Senin / 27-07-2026, 01:21 WIB
PDIP Sejalan dengan Prabowo dalam Bela Negara dan Kepentingan Nasional
Senin / 27-07-2026, 01:21 WIB







