Nilai tukar rupiah yang terus melemah terhadap dolar AS berdampak langsung pada harga suku cadang sepeda motor di Indonesia.

Kenaikan harga ini menyebabkan jumlah kunjungan konsumen ke bengkel umum menurun sejak Mei 2026.

>>> Vi Pulihkan Jaringan Seluler di Sebagian Besar Jalur Aqua Line 3 Mumbai Metro

Kenaikan harga onderdil terjadi secara signifikan karena sebagian besar material dan bahan baku komponen masih diimpor dari luar negeri.

Kondisi ini dialami langsung oleh Putra Prima Motor, sebuah bengkel umum di Bekasi, Jawa Barat.

Pihak pengelola bengkel menyebutkan bahwa harga barang dagangan terus naik, salah satunya pelumas mesin.

"Rata-rata (harga oli) udah naik Rp 20 ribuan," ujar kasir Putra Prima Motor, Selasa (9/6).

Selain oli, komponen vital seperti ban sepeda motor juga mengalami lonjakan harga yang tinggi.

>>> Etika Politik Islam: Kriteria Pemimpin Ideal yang Amanah

"Ban apalagi, pas bulan Mei tuh, ban bisa naik sampai 20 persen," tutur kasir tersebut.

Meskipun harga terus merangkak naik, pihak bengkel belum bisa memproyeksikan besaran penyesuaian untuk bulan depan. "Bulan depan belum tahu ya (naik berapa lagi).

Itu oli yang MPX matik aja sampai kemarin masih naik aja, Shell juga tuh (naik terus)," kata kasir.

Hingga berita ini diturunkan, nilai tukar dolar AS telah mencapai level Rp 18 ribuan per 1 US$.

>>> YLKI Soroti Kenaikan Harga Pertamax, Konsumen Beralih ke Pertalite

Pelemahan rupiah ini berimplikasi langsung pada struktur modal dan harga jual suku cadang di pasar domestik.