Raffi Ahmad menceritakan kronologi namanya terseret dalam kasus dugaan suap di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Hal itu disampaikan kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Dedi Mulyadi membagikan cerita tersebut dalam unggahan di media sosial pada Kamis (11/6).

>>> Pinterest Integrasikan Amazon Storefronts untuk Mudahkan Monetisasi Kreator

Raffi menjelaskan bahwa ia tidak pernah memesan barang apapun melalui jasa Blueray Cargo di Amerika Serikat.

Ia menceritakan bahwa dirinya hanya memenuhi permintaan foto bersama dari salah satu pegawai jasa kargo tersebut. Saat itu, Raffi melihat pegawai tersebut di area kantor Blueray Cargo.

Raffi sedang berkunjung ke toko kelontong Indonesia di dekat Awang Kitchen, Amerika Serikat, sepulang lari maraton di Chicago.

"Kita main ke New York sambil ketemu sama teman-teman, atau warga yang disana. Jadi datanglah kita ke restoran, ada namanya Awang Kitchen.

Makanlah kita, kita menghibur masyarakat. Ada videonya, di Youtube.

Aku, Ariel, Desta di Awang Kitchen kita menghibur," kata Raffi.

"Terus, di sebelah kanan itu ada toko kelontong, terus pas kita mau kembali lagi ke Awang Kitchen, di sebelah kiri itu ada toko Blueray, di atasnya pada gini semuanya, kayak 'A Raffi!'

," lanjutnya.

"Nah itu ajak foto, dia (pegawai Blueray), dia itu yang ngajak foto. Ini tuh fotonya begini, foto saya sama Gading," jelas Raffi.

>>> Synology Luncurkan Solusi AI dan Perlindungan Data Baru di COMPUTEX 2026

Ia juga menunjukkan foto bersama pegawai Blueray Cargo dan teman-temannya, seperti Gading, Ariel NOAH, dan Desta Mahendra.

Raffi mengaku tidak mengenal sosok yang meminta foto tersebut. Sebelumnya, ia sudah membantah keterlibatannya dalam dugaan suap di lingkungan Bea Cukai.