GRAC Ungkap Alasan Sering Bocorkan Informasi Game Baru
Informasi mengenai proyek game baru sering kali bocor melalui badan rating video game Korea Selatan sebelum pengumuman resmi dari pengembang atau penerbit.
Game Rating and Administration Committee (GRAC) selaku badan rating game di negara tersebut ternyata memiliki alasan tersendiri terkait fenomena ini.
>>> Daihatsu Pantau Kurs Rupiah Sebelum Sesuaikan Harga Mobil
Berdasarkan hasil investigasi GameMeca, perwakilan GRAC menegaskan bahwa situasi ini terjadi bukan karena kelalaian atau kegagalan mereka dalam menjaga kerahasiaan data milik perusahaan game.
Pihak GRAC menjelaskan bahwa seluruh publikasi rating produk video game yang mereka lakukan telah mengikuti prosedur resmi berdasarkan hukum pemerintahan Korea Selatan.
Secara spesifik, kebijakan operasional lembaga tersebut mengacu pada aturan hukum yang tercantum dalam Game Industry Promotion Act.
Lembaga rating hanya dapat memenuhi permintaan merahasiakan informasi dari pengembang atau penerbit selama proses peninjauan produk sedang berjalan.
Setelah keputusan diambil, baik berupa persetujuan maupun penolakan rating, GRAC secara hukum berkewajiban mengumumkan hasil pengajuan tersebut kepada publik tanpa pengecualian.
>>> Dari Chaos ke Kontrol: Dinamika Sepak Bola Menuju Piala Dunia 2026
Dokumen digital hasil pengajuan tersebut wajib diunggah secara transparan melalui situs web resmi milik GRAC.
Ketentuan Pra-Pengajuan bagi Perusahaan Game
Pihak GRAC juga menyatakan telah memberikan informasi mengenai ketentuan publikasi tersebut kepada perusahaan game sebelum mereka mengajukan permohonan peninjauan.
Oleh karena itu, perilisan informasi dokumen di situs resmi mereka diklaim bukan merupakan sebuah kebocoran informasi yang tidak disengaja.
Di sisi lain, pengembang maupun penerbit tidak memiliki banyak pilihan selain menyetujui persyaratan dari GRAC agar dapat merilis produk game mereka di pasar Korea Selatan.
>>> Stadion Azteca Siap Gelar Pembukaan Piala Dunia 2026
Kondisi ini menunjukkan adanya benturan pada regulasi hukum di Korea Selatan dalam melindungi informasi rahasia, baik sebelum maupun setelah proses pengajuan rating selesai.
Update Terbaru
Kenaikan Harga Pertamax Picu Risiko Kerusakan Mesin Akibat Beralih ke BBM Oktan Rendah
Kamis / 11-06-2026, 12:31 WIB
Komedian Bolot Dilarikan ke Rumah Sakit, Kondisi Kini Stabil
Kamis / 11-06-2026, 12:31 WIB
5 HP Midrange dengan Kamera Terbaik untuk Video Sinematik, Stabil dan Warna Dramatis
Kamis / 11-06-2026, 12:29 WIB
iHeartRadio Music Festival 2026 Hadirkan BTS dan Cardi B di Las Vegas
Kamis / 11-06-2026, 12:29 WIB
Google Perluas Gemini di Chrome ke Lebih Banyak Wilayah dengan Fitur Edit Gambar dan AI Personal
Kamis / 11-06-2026, 12:28 WIB
LPS Buka Peluang Evaluasi Suku Bunga Penjaminan Usai BI Rate Naik
Kamis / 11-06-2026, 12:28 WIB
IHSG Rebound, Kepercayaan Investor terhadap Pemerintah Membaik
Kamis / 11-06-2026, 12:28 WIB
36 Tim Tersisa di Play-Ins FFNS 2026 Fall, Berebut Tiket Grand Final
Kamis / 11-06-2026, 12:28 WIB
IHSG Anjlok 1,91 Persen pada Sesi I, Sektor Barang Baku Pimpin Pelemahan
Kamis / 11-06-2026, 12:28 WIB
Google Rilis DiffusionGemma, Model AI Open Source dengan Generasi Teks 4x Lebih Cepat
Kamis / 11-06-2026, 12:26 WIB
Apindo Khawatirkan Monopsoni dalam Ekspor SDA Akibat PP No. 24/2026
Kamis / 11-06-2026, 12:26 WIB
Trump Perketat Visa Suporter 9 Negara Jelang Piala Dunia 2026
Kamis / 11-06-2026, 12:26 WIB
Honor Siapkan Tablet Gaming Win Pad Mini, Pesaing Redmi K Pad 2
Kamis / 11-06-2026, 12:25 WIB
Knicks Cetak Comeback Terbesar di Final NBA, Kalahkan Spurs 107-106
Kamis / 11-06-2026, 12:25 WIB






