PT Astra Daihatsu Motor (ADM) terus memantau pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang telah menyentuh level Rp 18.000.

Langkah ini dilakukan sebelum perusahaan mengambil keputusan terkait penyesuaian harga jual kendaraan.

>>> Dari Chaos ke Kontrol: Dinamika Sepak Bola Menuju Piala Dunia 2026

Pelemahan mata uang domestik memberikan tekanan pada industri otomotif nasional. Sebab, sejumlah komponen dan bahan baku masih bergantung pada impor yang sensitif terhadap kurs.

Manajemen ADM mengakui penguatan dolar AS sulit dihindari dampaknya terhadap biaya perakitan. Namun, potensi lonjakan biaya produksi tidak serta-merta dibebankan seluruhnya kepada konsumen.

"Masih waiting sih.

Kita tidak bisa menghindari, dengan kenaikan dollar ini pasti akan terjadi koreksi terhadap kenaikan," ujar Agung kepada Kompas.

>>> Stadion Azteca Siap Gelar Pembukaan Piala Dunia 2026

com, Selasa (9/6/2026).

ADM memiliki faktor penopang untuk menyerap sebagian tekanan biaya eksternal.

Faktor tersebut meliputi kondisi ekspor kendaraan dan komponen serta tingkat lokalisasi suku cadang yang tinggi pada produk domestik.

"Tidak semua kenaikan biaya produksi akan diturunkan kepada customer. Sebab kita didukung oleh lokalisasi, yang kedua juga masih didukung ekspor," kata Agung.

>>> Jadwal Pembukaan Piala Dunia 2026: Tiga Upacara Digelar di Meksiko, Kanada, dan Amerika Serikat

Sebelumnya, ADM telah meresmikan pabrik baru Karawang Assembly Plant 2 di Kawasan Industri Surya Cipta, Karawang Timur, Jawa Barat, pada Kamis (27/2/2025).