UBS Sekuritas Indonesia menaikkan target harga saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) milik konglomerat Prajogo Pangestu dari Rp2.530 menjadi Rp2.700 per saham.

Penyesuaian ini dipicu oleh potensi tebalnya margin kilang minyak dan proyeksi pelemahan nilai tukar rupiah, seperti dilansir dari Investor Daily pada Kamis (11/6/2026).

>>> Lulusan Jurusan Ini Terancam AI, Nomor 2 Banyak Diburu Anak Muda

Kenaikan target harga tersebut didasarkan pada metode sum of the parts (SOTP) dengan valuasi EV/EBITDA periode 2026-2028 sekitar 10 hingga 15 kali.

Berdasarkan catatan analis, sektor energi terbarukan masih mendominasi dengan menyumbang lebih dari 60 persen nilai SOTP, sehingga rekomendasi saham BRPT dinaikkan dari neutral menjadi buy.

Margin Kilang Singapura Capai Rekor Tertinggi

Analis UBS Sekuritas Indonesia Timothy Handerson menjelaskan bahwa margin kilang acuan Singapura telah mencetak rekor tertinggi baru di kisaran US$60 per barel.

Angka ini melonjak signifikan jika dibandingkan dengan rata-rata kuartal berjalan yang sebesar US$53 per barel dan kuartal I-2026 yang hanya mencapai US$10 per barel.

"Kami menilai, kilang Aster berada dalam posisi yang diuntungkan untuk mendapat manfaat dari penguatan margin kilang.

Hal ini didukung oleh kapasitas kilang sekitar 237 ribu barel per hari serta produksi diesel dan bahan bakar jet yang signifikan," jelas Timothy.

Kapasitas pengolahan kilang BRPT diproyeksikan melonjak hingga 300 ribu barel per hari pada paruh kedua tahun 2026 setelah unit condensate splitter beroperasi.

>>> Harga Buyback Emas Antam 11 Juni 2026 Anjlok Jadi Rp2.395.000 Per Gram

UBS kemudian mengoreksi asumsi margin kilang minyak dari US$17 menjadi US$17,5 per barel demi menyesuaikan dengan situasi pasar terkini.