Dua Sistem Baterai untuk Ekosistem Berkelanjutan

Pengembangan industri ini disarankan menerapkan dua pendekatan pengisian daya sekaligus. Hal ini untuk mengakomodasi kebutuhan segmen pengguna yang berbeda.

"Kalau konversi, saran saya tetap pakai dua sistem, yaitu swap dan baterai tanam," kata Abdullah.

Sistem penukaran baterai atau battery swap dianggap lebih tepat untuk tipe motor berkubikasi kecil yang difungsikan sebagai sarana mobilitas harian jarak dekat.

"Swap itu untuk cc (kubikasi) kecil yang tidak membutuhkan kecepatan tinggi atau tenaga besar," kata Abdullah.

Sebaliknya, kendaraan dengan kapasitas mesin di atas 150 cc membutuhkan pasokan daya yang lebih besar.

"Sementara baterai tanam seperti yang digunakan Polytron diperuntukkan bagi motor-motor besar, yang kapasitas mesinnya 150 cc ke atas," kata Abdullah.

Kebutuhan operasional kendaraan berkapasitas besar tersebut dinilai akan lebih optimal terpenuhi melalui metode pengisian daya statis atau charging.

>>> Harga Emas Antam 11 Juni 2026 Turun Rp 24.000, Kini Rp 2.689.000 per Gram

"Motor tersebut diberikan baterai berkapasitas besar dan bukan tipe swappable, melainkan menggunakan sistem charging. Dengan begitu, ekosistem konversi akan tumbuh," kata Abdullah.