>>> Gali Freitas Berpeluang Hengkang dari Persebaya Surabaya Musim Depan

Namun, inflasi inti AS hanya tumbuh 0,2 persen secara bulanan, melambat dibandingkan 0,4 persen pada April.

Chief International Economist ING, James Knightley, menilai melambatnya pertumbuhan upah tenaga kerja berpotensi membantu meredam tekanan inflasi inti.

Ia mengatakan hal itu seharusnya menjaga ekspektasi inflasi tetap terkendali.

Knightley menambahkan, pihaknya tidak lagi memperkirakan The Fed memangkas suku bunga tahun ini karena momentum ekonomi yang membaik, namun juga tidak melihat kebutuhan untuk menaikkan suku bunga.

Kondisi ini memicu perubahan ekspektasi pasar yang kini memperhitungkan peluang kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin pada Desember mendatang.

Situasi ini berbalik dari proyeksi awal tahun yang mengira akan ada dua kali pemangkasan suku bunga pada 2026.

Dari kawasan Asia, yen Jepang tertahan di posisi 160,52 per dolar AS, mendekati zona intervensi pemerintah.

Bank of Japan (BOJ) tetap diproyeksikan menaikkan suku bunga 25 basis poin pada rapat 15-16 Juni, meskipun Gubernur BOJ Kazuo Ueda dilaporkan absen karena perawatan medis.

Untuk mata uang komoditas, dolar Australia berada di level US$ 0,7006 setelah sempat menyentuh posisi terendah sembilan pekan, sedangkan dolar Selandia Baru bergerak stabil pada US$ 0,5797.

Di dalam negeri, PT Pertamina (Persero) secara resmi menyesuaikan harga BBM nonsubsidi.

>>> Meutya Hafid Siapkan Tiga Strategi Kembangkan ASN Digital

Harga Pertamax kini menjadi Rp 16.250 per liter, sedangkan Pertamax Green 95 naik menjadi Rp 17.000 per liter, berlaku sejak Rabu (10/6/2026).