Pemerintah Iran mengumumkan penutupan total Selat Hormuz pada Kamis (11/6/2026) menyusul serangan udara terbaru militer Amerika Serikat di wilayah selatan Iran.

Komando Militer Gabungan Iran menghentikan seluruh aktivitas pelayaran komersial dan kapal tanker minyak. Mereka juga mengancam akan menyerang kapal yang nekat melintas.

>>> Kasus Korupsi Badan Gizi Nasional Jadi Alarm Evaluasi Tata Kelola Program

Dua kapal yang dituduh melanggar maklumat penutupan telah diserang oleh Angkatan Laskar Garda Revolusi Iran (IRGC Navy).

Langkah tegas ini diambil Teheran setelah menuding agresi militer Washington ke wilayah selatan mereka, yang memperkeruh situasi geopolitik kedua negara.

Bantahan AS dan Dampak Global

Militer Amerika Serikat membantah klaim serangan terhadap kapal perang mereka di sekitar perairan strategis itu.

>>> Bank BCA Buka Pendaftaran Beasiswa PPTI dan PPBP Angkatan 2027

Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) memastikan lalu lintas kapal komersial global masih berjalan normal keluar-masuk Selat Hormuz.

Melalui pernyataan resmi di media sosial X, CENTCOM menegaskan aktivitas maritim internasional tetap berlangsung di jalur laut sempit tersebut.

Selat Hormuz memfasilitasi sekitar 20 persen distribusi minyak dan gas bumi global, menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab.

>>> BPOM Antisipasi Kelangkaan Obat Akibat Pelemahan Rupiah

Setiap gangguan keamanan di wilayah ini berisiko melambungkan harga energi dunia dan mengguncang stabilitas ekonomi global.