Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) melesat 9,71% ke level Rp 5.650 per saham pada sesi perdagangan Rabu (10/6/2026).

Pergerakan saham bank swasta terbesar di Indonesia ini menunjukkan perubahan tren yang cukup drastis.

>>> Google Perbarui Paket AI Plus di Indonesia, Penyimpanan Naik Jadi 400 GB

Aktivitas jual bersih atau net sell oleh investor asing di saham BBCA menyusut drastis menjadi Rp 36,13 miliar.

Kondisi ini berbanding terbalik dengan perdagangan Selasa (9/6/2026), saat investor asing membukukan net sell mencapai Rp 468,35 miliar.

Volume perdagangan tercatat mencapai 747,37 juta saham dengan frekuensi transaksi 122.371 kali.

Total nilai transaksi saham BBCA pada hari tersebut menyentuh Rp 4,08 triliun.

Penguatan tajam ini terjadi dalam dua hari bursa terakhir secara beruntun.

Sebelumnya, pergerakan emiten perbankan ini sempat berada di zona merah sepanjang 3 Juni hingga 8 Juni.

Sejumlah investor asing mulai masuk dan memborong saham Bank Central Asia kembali.

>>> Aljazair Hadapi Bolivia dalam Laga Persahabatan di Amerika Serikat

Broker Macquarie Sekuritas Indonesia membukukan net buy untuk investor asing di saham BBCA senilai Rp 360,3 miliar.

Langkah serupa diikuti oleh Verdhana Sekuritas yang mencatat net buy investor asing sebesar Rp 247 miliar.

CLSA Sekuritas juga mencatatkan net buy investor asing pada emiten ini senilai Rp 194,4 miliar.

Proyeksi Teknis Batas Atas dan Bawah

CGS International Sekuritas menyusun kalkulasi teknikal pergerakan saham BBCA untuk perdagangan Kamis (11/6/2026).

Broker efek ini mematok target resistance pertama pada level 5.842 dan batas resistance kedua di angka 6.033.

Sementara itu, titik support pertama diproyeksikan berada pada level 5.317.

>>> Ahli Gizi Ingatkan Masyarakat Terkait Tren Diet Anti-Inflamasi

Batas aman atau support kedua saham BBCA ditempatkan pada posisi 4.983.