Tren diet anti-inflamasi tengah ramai diperbincangkan di media sosial pada tahun 2026. Diet ini dipercaya mampu mengatasi peradangan kronis hingga membuat perut rata.

Namun, para pakar kesehatan mengingatkan masyarakat untuk berkonsultasi terlebih dahulu sebelum mengikutinya. Hal ini disampaikan dalam laporan HaiBunda pada Kamis (11/6).

>>> Ramalan Zodiak Capricorn, Aquarius, Pisces: Kelola Finansial dan Asmara Hari Ini

Pola makan ini berfokus pada konsumsi makanan utuh yang kaya nutrisi dan antioksidan. Tujuannya untuk mengurangi radikal bebas penyebab peradangan.

Penekanan diet ini terletak pada pemenuhan gizi yang seimbang bagi tubuh. "Pola makan anti-inflamasi harus menyediakan keseimbangan protein, karbohidrat, dan lemak yang sehat setiap waktu makan.

Pastikan juga kita bisa memenuhi kebutuhan tubuh akan mikronutrien, serat, dan air," kata Jerlyn Jones, ahli diet dan nutrisi.

Pakar lain menjelaskan bahwa istilah diet anti-inflamasi tidak merujuk pada satu jenis program diet yang spesifik.

Gaya makan secara keseluruhan menjadi fokus utama, dengan alternatif seperti diet Mediterania dan diet DASH.

"Laporan penelitian yang positif menunjukkan bahwa diet tersebut berhasil mengurangi peradangan, serta kolesterol, berat badan, tekanan darah, dan gula darah," ungkap Julia Zumpano, ahli gizi di Cleveland Clinic.

Zumpano menambahkan bahwa indikator keberhasilan pola makan ini terlihat saat kondisi fisik mulai membaik. Tubuh manusia memiliki respons yang beragam dalam menerima asupan nutrisi.

>>> Prabowo Cerita Pengalaman Pakai Pindad Maung: Bocor hingga Berisik

Jenis makanan yang dikonsumsi meliputi buah segar, sayuran, protein rendah lemak, ikan berlemak, biji-bijian utuh, kacang-kacangan, rempah-rempah, dan minyak sehat.

Sebaliknya, makanan yang harus dihindari meliputi daging merah, daging olahan, roti komersial, tepung putih, gorengan, gula tambahan, minuman manis, dan lemak trans.