Sharma menilai Xbox sebenarnya memiliki waralaba gim besar dengan potensi dan permintaan pemain yang sangat kuat, tetapi perusahaan 'tidak mendanainya secara memadai untuk bersaing dan menang.'

Perubahan Strategi Eksklusivitas

Dalam beberapa tahun terakhir, Xbox merilis sebagian besar gimnya ke konsol pesaing seperti Sony PlayStation dan Nintendo.

Langkah itu membantu gim seperti Indiana Jones dan Forza Horizon menjangkau audiens yang jauh lebih besar.

Namun strategi meninggalkan eksklusivitas tersebut juga dinilai merusak daya tarik perangkat keras Xbox.

Sharma kini disebut ingin membalik arah kebijakan itu.

>>> Harga Emas Antam di Pegadaian 11 Juni 2026 Ambles Rp21.000 Per Gram

Pada Minggu, dalam presentasi video yang menampilkan daftar gim terbaru perusahaan, ia mengumumkan bahwa Gears of War: E-Day dan Clockwork Revolution tidak akan hadir di PlayStation maupun Switch.

Menurut sumber Bloomberg, versi PlayStation 5 dari gim Gears of War terbaru sebenarnya sudah dikembangkan dan sempat direncanakan untuk dirilis sebelum Sharma mengubah arah strategi.

Retailer bahkan disebut telah bersiap membuka pre-order untuk versi PlayStation 5 tersebut dan banyak karyawan Xbox terkejut dengan keputusan terbaru itu.

Sharma dan timnya juga menarik trailer gim Halo yang semula dijadwalkan tampil dalam acara PlayStation pekan lalu. Langkah ini berpotensi merusak hubungan kedua perusahaan.

Kembalinya strategi eksklusivitas mungkin dapat menyenangkan penggemar fanatik Xbox dan memperbaiki prospek merek. Namun di sisi lain, langkah ini juga berpotensi mengorbankan pendapatan dalam jumlah besar.

PlayStation 5 telah terjual lebih dari 90 juta unit, sementara analis memperkirakan Xbox hanya terjual sekitar sepertiga dari angka tersebut.

Dalam email kepada karyawan, Sharma juga menegaskan Xbox tengah menghadapi krisis komponen.