Kondisi ini mendorong Bank Sampoerna untuk mengalihkan fokus pada penguatan kualitas pinjaman, mengingat rasio kredit bermasalah gross perusahaan masih di level 4,51%.

EVP Corporate Communication BCA Hera F. Haryn mengonfirmasi bahwa bank tersebut terus menjalankan evaluasi terhadap tingkat suku bunga secara periodik.

Strategi penyaluran pembiayaan diarahkan melalui penawaran khusus seperti kredit multiguna bagi pengusaha perempuan serta program berbasis lingkungan sosial dan tata kelola.

“Ke depan, kami melihat kinerja industri perbankan sejalan dengan kondisi perekonomian,” kata Hera.

Optimisme serupa ditunjukkan oleh PT Bank Syariah Indonesia Tbk yang meyakini segmen pembiayaan usaha kecil mampu mempertahankan pertumbuhan solid.

Sekretaris Perusahaan BSI Wisnu Sunandar menyebutkan pihaknya mengandalkan strategi pendampingan, pelatihan, serta business matching untuk mendorong pelaku usaha mitra naik kelas.

“Adanya kebijakan ini juga diharapkan bisa memberikan multiplier effect terhadap penyaluran pembiayaan yang kompetitif sehingga mampu menjangkau nasabah yang luas,” kata Wisnu.

Hingga April 2026, total pembiayaan segmen UMKM di Bank Syariah Indonesia tercatat telah menembus angka Rp 54,01 triliun.

>>> Airlangga Siapkan Stimulus untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pertamax

Jumlah portofolio tersebut setara dengan kontribusi sebesar 16,28% dari keseluruhan total penyaluran pembiayaan yang dialokasikan oleh perusahaan.