PT Jayamas Medica Industri Tbk (OMED) memutuskan membagikan dividen tunai final sebesar Rp4,08 per saham dari laba tahun buku 2025.

Keputusan ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Senin (8/6).

>>> Jose Mourinho Segera Kembali ke Real Madrid, Benfica Resmi Lepas

Total alokasi dana untuk dividen mencapai Rp110,4 miliar.

Pada penutupan perdagangan Rabu (10/6/2026), saham OMED naik 0,52 persen ke posisi Rp195 per saham, sehingga potensi yield dividen tercatat sebesar 2,09 persen.

Manajemen emiten alat kesehatan ini menegaskan bahwa kebijakan pembagian keuntungan merupakan wujud apresiasi berkala bagi para investor.

Kinerja operasional perusahaan yang terus menunjukkan tren pertumbuhan positif menjadi landasan utama pengambilan keputusan tersebut.

RUPST dan RUPSLB Setujui Program MESOP

Selain menyetujui dividen, Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) menyepakati pengalihan saham tresuri sebanyak-banyaknya 17 juta saham untuk program kepemilikan saham karyawan, direksi, dan komisaris (MESOP) tahap awal.

Perusahaan juga melakukan penyesuaian kegiatan usaha sesuai Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2025.

Pertumbuhan solid dibukukan OMED pada kuartal I-2026 dengan kenaikan pendapatan 31,2 persen secara tahunan menjadi Rp572,2 miliar akibat lonjakan volume penjualan sebesar 54,1 persen.

Laba bersih perseroan turut terkerek naik 35,4 persen menjadi Rp99 miliar dengan margin laba bersih stabil di level 17,3 persen.

Ekspansi usaha terus berjalan melalui persiapan produksi massal Intraocular Lens (IOL) pada kuartal IV-2026 demi menyasar pasar operasi katarak di Indonesia.

>>> Kenaikan BI Rate Berpotensi Dongkrak Klaim Perusahaan Penjaminan

Manajemen juga memperluas jaringan ritel omnichannel serta merampungkan National Distribution Center (NDC) baru di Pulo Gadung, Jakarta, yang ditargetkan beroperasi tahun ini.