Ketahanan keuangan emiten didukung oleh posisi kas tebal dan struktur permodalan sehat untuk mengantisipasi gejolak ekonomi global.

Tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) pada sejumlah produk andalan perseroan saat ini tercatat telah melampaui angka 40 persen.

"Kami akan mulai memproduksi Intraocular Lens (IOL) secara massal pada kuartal IV-2026.

Masuknya OMED ke segmen ini diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas dan keterjangkauan IOL di pasar domestik," ujar Louis Hartanto, Direktur Pemasaran OMED.

Prospek industri alat kesehatan dinilai tetap menjanjikan karena didorong oleh kebutuhan produk kesehatan yang bersifat rutin serta tidak sensitif terhadap dinamika makroekonomi.

Manajemen menyatakan risiko pelemahan kurs rupiah maupun ketidakpastian geopolitik masih berada dalam batas yang dapat dikendalikan.

"Kami memiliki posisi kas yang tebal sebesar Rp1,3 triliun dan struktur neraca yang kuat.

>>> XLSmart Targetkan Sektor Enterprise Sumbang 20 Persen Pendapatan

Hal ini memberikan fleksibilitas keuangan yang memadai dalam menghadapi potensi kenaikan biaya impor akibat pelemahan rupiah," kata Louis Hartanto.