Kondisi ekonomi global yang tidak menentu kembali memakan korban di industri kuliner.

Restoran Climat di pusat kota Manchester, Inggris, yang sempat masuk dalam daftar rekomendasi Michelin, resmi ditutup permanen.

>>> Kunjungan Xi Jinping ke Korea Utara: Keuntungan Strategis bagi Beijing dan Pyongyang

Restoran yang mulai beroperasi pada November 2022 ini dikenal dengan hidangan Prancis lezat, 400 pilihan wine, dan pemandangan rooftop yang memukau.

Tempat ini juga kerap menjadi lokasi berkumpulnya selebriti dunia, termasuk mantan pesepakbola David Silva.

Melalui pernyataan di media sosial, pemilik Climat, Christopher Laidler, mengumumkan penutupan dengan berat hati. "Sayangnya, kita adalah korban lain dari zaman yang kita jalani sekarang," ujarnya.

Laidler menjelaskan bahwa krisis biaya hidup yang berkepanjangan dan kenaikan harga makanan menjadi penyebab utama.

Inflasi pangan yang merajalela serta beban pajak yang terus membumbung bagi usaha kecil menciptakan situasi buruk bagi industri perhotelan dan restoran.

>>> Prabowo Ingatkan Pengusaha HIPMI Patuhi Hukum, Manfaatkan AI untuk Transparansi

Tagihan listrik Climat mencapai £112.000 atau sekitar Rp 2,6 miliar hanya untuk 13 bulan pertama operasional.

Nilai tersebut membengkak hingga 400% dari anggaran yang telah ditetapkan manajemen.

Selain itu, terjadi kenaikan gaji staf sebesar 33% dan lonjakan pajak usaha dari £12.000 (Rp 288,5 juta) per tahun menjadi £38.000 (Rp 913,7 juta) per tahun.

"Semua peningkatan ini, di samping penurunan jumlah pengunjung, akan menjadi bencana bagi banyak orang," tambah Laidler.

Di akhir pernyataannya, Christopher Laidler menyampaikan apresiasi atas kerja keras dan dedikasi timnya selama 3,5 tahun.

>>> Krisna Mukti Ungkap Isi Unggahan Eks Wakil Kepala BGN Sony Sanjaya

Ia menegaskan bahwa penutupan ini tidak mencerminkan kualitas performa dan komitmen para staf.