Bank Indonesia (BI) resmi menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,50 persen.

Keputusan ini diumumkan sebagai respons terhadap pelemahan nilai tukar rupiah yang lebih dalam dari perkiraan sebelumnya.

>>> Jadwal Semifinal Piala AFF U19 2026: Indonesia vs Australia

Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan bahwa kenaikan ini dilakukan setelah otoritas moneter melakukan penilaian mendalam terhadap kondisi pasar terkini.

Hasil evaluasi menunjukkan tekanan signifikan terhadap mata uang Garuda dalam beberapa pekan terakhir.

Menurut Perry, langkah ini bertujuan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, mengendalikan inflasi, serta memperkuat kepercayaan pasar terhadap perekonomian nasional.

>>> Sony Sanjaya Akan Beberkan Pejabat Peminta Titik Dapur Program MBG

Keputusan diambil di tengah meningkatnya ketidakpastian global.

Pemantauan Ketat Berlanjut

Bank Indonesia memastikan akan terus memantau berbagai indikator ekonomi makro, baik domestik maupun global.

Lembaga ini juga akan mencermati perkembangan pasar keuangan, arus modal asing, dan dinamika ekonomi dunia.

>>> Andi Amran Usul Tambahan Anggaran Kementan Rp 22,43 Triliun dan Bapanas Rp 17,73 Triliun

Langkah ini diharapkan dapat menjaga stabilitas sistem keuangan dan momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia. BI menegaskan tidak akan tinggal diam menghadapi situasi finansial yang dinamis.