Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) periode 2025-2026, Sony Sanjaya, berencana membeberkan daftar nama pejabat yang diduga memaksa meminta jatah titik dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pengungkapan itu rencananya dilakukan pada Rabu (10/06/2026).

>>> Andi Amran Usul Tambahan Anggaran Kementan Rp 22,43 Triliun dan Bapanas Rp 17,73 Triliun

Dilansir dari Bloomberg Technoz, Sony Sanjaya merupakan salah satu dari tiga tersangka dalam kasus dugaan korupsi program MBG periode 2025-2026.

Daftar nama tokoh dari lembaga eksekutif, legislatif, dan yudikatif itu telah tercantum dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) di Jampidsus Kejaksaan Agung.

Kuasa Hukum: Klien Akan Sampaikan Langsung

Kuasa hukum Sony Sanjaya, Krisna Mukti, menjelaskan bahwa kliennya berkomitmen menyampaikan langsung daftar nama tersebut kepada publik tanpa perantara tim pengacara.

"Klien saya nanti yang mau berkesempatan menyampaikan ketika bertemu dengan media," ujar Krisna Mukti.

Krisna Mukti menambahkan bahwa jumlah tokoh yang meminta jatah titik dapur mencapai lebih dari 20 orang.

Menurut penilaiannya, sebagian besar dari daftar nama tersebut diduga berasal dari sektor legislatif.

"Persentasenya [terbesar] mungkin legislatif," ujar Krisna Mukti.

Pihak kuasa hukum menegaskan bahwa tindakan ini bukan sekadar tuduhan tanpa dasar.

>>> Harga Emas Dunia Anjlok Akibat Ketegangan Ekonomi AS dan Iran

Sony Sanjaya disebut mengantongi bukti kuat berupa rekaman percakapan dan pesan singkat di dalam telepon genggam yang saat ini sudah disita oleh penyidik Jampidsus.

"Jadi semua bukti-bukti itu ada di dalam, semua bukti chat itu ada di dalam HP yang saat ini disita oleh penyidik.

Jadi semua bukti itu ada di dalam HP klien saya dan itu harus dibuka," kata Krisna Mukti.