Taiwan Semiconductor Manufacturing Co. (TSMC) mencatat lonjakan penjualan bulanan sebesar 30 persen pada Mei 2026. Kenaikan ini didorong oleh tingginya permintaan global terhadap infrastruktur kecerdasan buatan (AI).

Pendapatan produsen chip asal Taiwan tersebut mencapai NT$416,98 miliar atau setara US$13,2 miliar. Angka ini dilaporkan oleh Bloombergtechnoz pada Rabu (10/6/2026).

>>> Saham BBCA Melonjak 5,83% di Sesi I, Transaksi Nego Capai Rp 526 Miliar

Secara akumulasi, penjualan pada April dan Mei 2026 tumbuh sekitar 24 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Para analis memproyeksikan kenaikan penjualan hingga 35 persen pada kuartal kedua tahun ini.

Peran TSMC dalam Ekosistem AI Global

TSMC memainkan peran penting dalam rantai pasok teknologi global. Perusahaan ini memproduksi semikonduktor mutakhir untuk raksasa teknologi seperti Nvidia Corp.

dan Advanced Micro Devices Inc. (AMD).

Kinerja keuangan yang positif ini terjadi di tengah langkah agresif perusahaan-perusahaan besar. Alphabet Inc., Amazon.

>>> Kemenperin Kaji Dampak Kenaikan Harga Pertamax terhadap Industri Manufaktur

com Inc., Meta Platforms Inc., dan Microsoft Corp. mengalokasikan dana investasi AI sebesar US$725 miliar tahun ini.

Pasokan komponen diprediksi masih belum bisa mengimbangi tingginya permintaan pasar terhadap teknologi AI dalam beberapa tahun ke depan.

Kondisi ini juga dikonfirmasi oleh pimpinan Nvidia, Jensen Huang, dalam pernyataan terpisah.

Pada April lalu, TSMC menaikkan target panduan penjualan setahun penuh. Perusahaan juga memproyeksikan belanja modal mendekati batas atas kisaran US$56 miliar untuk tahun 2026.

Di sisi lain, TSMC tetap memasok chip untuk sektor ponsel pintar dan elektronik konsumen.

>>> Para Investor SPPG Wilayah 3T Datangi BGN, Pertanyakan Kepastian Operasional Dapur MBG

Sektor ini saat ini menghadapi tekanan dari lonjakan harga memori dan penurunan daya beli masyarakat.