Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) ditutup menguat 5,83% ke level Rp 5.450 pada akhir sesi I perdagangan Rabu (10/6/2026).

Sebanyak 433,15 juta saham BBCA berpindah tangan dengan frekuensi 69.025 kali dan nilai transaksi mencapai Rp 2,32 triliun.

>>> Kemenperin Kaji Dampak Kenaikan Harga Pertamax terhadap Industri Manufaktur

Investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih (net sell) sebesar 52,12 juta saham senilai Rp 279,71 miliar di sesi I.

Transaksi Nego BBCA Tembus Rp 526 Miliar

Selain di pasar reguler, saham BBCA juga diperdagangkan di pasar negosiasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari yang sama.

Terdapat 774.781 lot saham BBCA yang ditransaksikan di pasar negosiasi dengan harga Rp 5.437 per saham, sehingga nilai totalnya mencapai Rp 421,2 miliar.

Transaksi nego lainnya sebanyak 196.500 lot pada harga Rp 5.350 per saham menghasilkan nilai Rp 105,1 miliar.

Akumulasi kedua transaksi di pasar negosiasi tersebut mencapai Rp 526,3 miliar.

>>> Para Investor SPPG Wilayah 3T Datangi BGN, Pertanyakan Kepastian Operasional Dapur MBG

Pada perdagangan sebelumnya, Selasa (9/6/2026), saham BBCA juga melompat 6,19% ke Rp 5.150 per saham dengan volume 772,9 juta saham dan nilai transaksi Rp 3,86 triliun.

Meski harga naik signifikan, investor asing tetap mencatat net sell senilai Rp 468,35 miliar pada hari Selasa.

Sejumlah broker lokal dan internasional justru melakukan aksi beli bersih.

Mandiri Sekuritas mencatat net buy Rp 437,3 miliar, diikuti JP Morgan Sekuritas Rp 228 miliar, dan Macquarie Sekuritas Rp 173 miliar.

>>> Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Diprediksi Picu Lonjakan Konsumsi Pertalite

Pergerakan positif ini menandai momentum kebangkitan saham BBCA setelah pada periode 3-8 Juni 2026 terus berada di zona merah.