Para Investor SPPG Wilayah 3T Datangi BGN, Pertanyakan Kepastian Operasional Dapur MBG

Sejumlah investor Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang membangun fasilitas di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) mendatangi kantor pusat Badan Gizi Nasional (BGN) untuk meminta kejelasan terkait nasib dapur yang hingga kini belum beroperasi.

Aksi tersebut terekam dalam video yang beredar pada 8 Juni 2026. Para investor menyampaikan keberatan karena fasilitas yang mereka bangun sejak akhir 2025 masih belum digunakan meski berbagai persiapan telah dirampungkan.

Mereka menyebut pembangunan dapur dilakukan sebagai bagian dari dukungan terhadap program pemenuhan gizi nasional. Sejak Desember 2025, sarana dan prasarana telah disiapkan agar dapat segera digunakan ketika program berjalan.

Namun memasuki pertengahan 2026, kepastian mengenai waktu operasional fasilitas tersebut belum juga diperoleh. Kondisi itu membuat sejumlah investor mempertanyakan kelanjutan pelaksanaan program di daerah yang menjadi sasaran pembangunan.

Menurut keterangan mereka, investasi yang telah dikeluarkan tidak hanya mencakup pembangunan fisik dapur. Berbagai kebutuhan penunjang, termasuk peralatan dan kesiapan sumber daya pendukung lainnya, juga telah dipenuhi.

>>> Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Diprediksi Picu Lonjakan Konsumsi Pertalite

Meski seluruh kebutuhan dasar disebut sudah tersedia, fasilitas yang dibangun masih belum dimanfaatkan sesuai rencana awal. Akibatnya, dapur yang telah selesai dikerjakan belum menjalankan fungsi yang diproyeksikan sejak awal investasi dilakukan.

Kedatangan para investor ke kantor BGN bertujuan memperoleh penjelasan langsung mengenai status program serta langkah yang akan ditempuh pemerintah terhadap dapur-dapur yang telah dibangun di wilayah 3T.

Mereka berharap ada kepastian dalam waktu dekat sehingga fasilitas yang saat ini belum digunakan dapat segera beroperasi dan mendukung pelaksanaan program pemenuhan gizi bagi masyarakat setempat.

Sebelumnya, Kepala BGN Nanik S Deyang menyampaikan bahwa jumlah dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan dibatasi maksimal enam unit di setiap kecamatan. Selain itu, kantin sekolah juga dipertimbangkan sebagai alternatif fasilitas dapur guna meningkatkan efisiensi pelaksanaan program.

Hingga informasi ini disusun, belum terdapat tanggapan resmi dari pihak BGN terkait protes yang disampaikan para investor tersebut.