Wacana Penyesuaian Iuran JKN Kembali Mengemuka, Ekonom Soroti Efisiensi
>>> Kios Burger di Blackpool Pertahankan Harga 1 Euro Selama 20 Tahun
Menurutnya, kenaikan iuran PBI pada dasarnya hanya memindahkan beban keuangan dari BPJS Kesehatan ke Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
"Jika defisit JKN ditutup melalui tambahan subsidi pemerintah, maka persoalannya tidak benar-benar selesai, melainkan berpindah dari neraca BPJS ke neraca negara," ujarnya.
Apalagi, lanjut Yusuf, ruang fiskal pemerintah saat ini relatif terbatas sehingga tambahan subsidi berpotensi menjadi beban belanja permanen yang harus ditanggung setiap tahun.
Karena itu, ia menilai persoalan utama JKN tidak hanya terletak pada besaran iuran, tetapi juga pada efisiensi pengelolaan sistem.
Yusuf menyebut penguatan pengawasan dan penanganan fraud harus menjadi prioritas utama.
Berbagai bentuk penyimpangan, mulai dari klaim yang tidak semestinya, penggunaan layanan yang berlebihan hingga klaim fiktif, dinilai masih menyebabkan kebocoran dana dalam jumlah besar.
"Potensi penghematan dari penanganan fraud bahkan dapat mencapai nilai yang sangat signifikan dibandingkan kebutuhan tambahan pendanaan," katanya.
Selain itu, ia mendorong pemerintah memperkuat layanan kesehatan primer guna menekan biaya pengobatan penyakit katastropik yang selama ini menjadi kontributor terbesar klaim JKN.
Menurutnya, investasi pada puskesmas, klinik pratama, deteksi dini penyakit, serta pengelolaan penyakit kronis akan jauh lebih efisien dibandingkan membiayai komplikasi penyakit di rumah sakit rujukan.
"Semakin efektif layanan primer bekerja, semakin rendah tekanan klaim di tingkat rumah sakit," jelas Yusuf.
Ia juga menekankan pentingnya perbaikan basis data kepesertaan agar subsidi pemerintah benar-benar diterima masyarakat yang berhak.
>>> Korlantas Polri Bedakan Warna Sampul BPKB Sesuai Jenis Kendaraan
Ketepatan sasaran dinilai menjadi kunci untuk meningkatkan efisiensi penggunaan anggaran negara sekaligus menjaga keberlanjutan program JKN.
Update Terbaru
Produksi Smartphone Global Kuartal I 2026 Turun 1,7 Persen
Rabu / 10-06-2026, 16:10 WIB
Bank Mestika Targetkan Naik Kelas ke KBMI 2 dalam Dua Tahun
Rabu / 10-06-2026, 16:10 WIB
Bahlil Minta Izin Panggil Prabowo 'Kakanda' di Munas HIPMI
Rabu / 10-06-2026, 16:10 WIB
Mantan Bos Honda Desak CEO Mundur Akibat Kerugian EV Besar
Rabu / 10-06-2026, 16:09 WIB
Yandex Luncurkan Solusi AI untuk Operator Telekomunikasi di Indonesia
Rabu / 10-06-2026, 16:09 WIB
Veda Ega Pratama Siap Bersaing dengan Pebalap Spanyol di Moto3
Rabu / 10-06-2026, 16:09 WIB
Harga Emas Digital 10 Juni 2026 Anjlok, Tertekan Global dan Rupiah
Rabu / 10-06-2026, 16:09 WIB
Veda Ega Pratama Geser Pebalap Spanyol di Klasemen Moto3 2026
Rabu / 10-06-2026, 16:09 WIB
Dudung Abdurachman Respons Protes Investor Makan Bergizi Gratis
Rabu / 10-06-2026, 16:08 WIB
Morgan Stanley: Penerbitan Utang AI Global Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026
Rabu / 10-06-2026, 16:08 WIB
Kementerian PU Targetkan Regulasi Baru SPM Jalan Tol Rampung 2026
Rabu / 10-06-2026, 16:05 WIB
Stok Poco F8 Ultra Kembali Tersedia di Seluruh Kanal Resmi
Rabu / 10-06-2026, 16:05 WIB
IP Expo Indonesia 2026 Tumbuh 40 Persen, Perkuat Ekosistem Kekayaan Intelektual
Rabu / 10-06-2026, 16:05 WIB
Harga Minyak WTI Turun ke US$ 88,13 Akibat Meredanya Ketegangan Timur Tengah
Rabu / 10-06-2026, 16:05 WIB






