Wacana Penyesuaian Iuran JKN Kembali Mengemuka, Ekonom Soroti Efisiensi
Wacana penyesuaian iuran Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kembali mengemuka di tengah pembahasan keberlanjutan pembiayaan BPJS Kesehatan.
Salah satu usulan yang muncul adalah menaikkan besaran iuran peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang dibayarkan pemerintah.
>>> Studi: Makin Banyak Gigi Hilang, Risiko Meninggal Lebih Cepat Naik
Ekonom sekaligus peneliti Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet menilai perlu ada pemahaman yang tepat terkait wacana tersebut.
Menurutnya, yang berkembang saat ini bukanlah menaikkan iuran yang dibayar masyarakat miskin, melainkan menyesuaikan besaran iuran per peserta PBI yang dibayarkan pemerintah kepada BPJS Kesehatan.
"Kelompok miskin yang masuk kategori PBI tetap ditanggung pemerintah.
Jadi bukan membebani peserta miskin secara langsung, melainkan menaikkan besaran iuran per kapita yang dibayarkan pemerintah kepada BPJS Kesehatan," ujar Yusuf kepada Kontan, Rabu (10/6/2026).
Dari perspektif aktuaria, kebijakan tersebut dinilai mampu memperbaiki kondisi keuangan JKN dalam waktu relatif cepat.
Hal itu karena peserta PBI merupakan kelompok terbesar dalam sistem JKN dengan jumlah sekitar 96 juta jiwa.
Menurut Yusuf, kenaikan iuran yang dibayarkan pemerintah untuk peserta PBI akan memberikan tambahan dana yang besar dan relatif pasti bagi Dana Jaminan Sosial (DJS) Kesehatan.
Berbeda dengan peserta mandiri yang tingkat kepatuhan pembayarannya cenderung fluktuatif, dana dari segmen PBI tidak menghadapi risiko tunggakan maupun peserta yang keluar dari sistem.
"Ketika pemerintah menaikkan besaran iuran untuk setiap peserta PBI, tambahan dana yang masuk ke Dana Jaminan Sosial akan sangat besar.
Dari sisi likuiditas, kebijakan ini memang efektif," katanya.
Meski demikian, Yusuf mengingatkan bahwa efektivitas tersebut tidak serta merta menjadikan kebijakan tersebut sebagai solusi jangka panjang bagi persoalan pembiayaan JKN.
Update Terbaru
BLEACH: TYBW Part 4 The Calamity Rilis Video Pembuka dan Penutup
Minggu / 26-07-2026, 00:43 WIB
State Farm Bawa Gamerhood ke Dream Con dengan Kompetisi Trivia Seru
Minggu / 26-07-2026, 00:43 WIB
Celtic Imbang 2-2 Lawan AC Milan di Laga Uji Coba
Minggu / 26-07-2026, 00:43 WIB
Bethesda Pastikan The Elder Scrolls 6 Tak Terpengaruh PHK Xbox, Beri Kabar Terbaru Oblivion Remastered
Minggu / 26-07-2026, 00:42 WIB
God of War: Laufey Rilis 16 Februari 2027, Game Kratos Baru Dikonfirmasi
Minggu / 26-07-2026, 00:42 WIB
Amazon Tunda Tomb Raider: Catalyst ke 2028, Petualangan Baru Lara Croft Kian Tertunda
Minggu / 26-07-2026, 00:42 WIB
Ibu Ben Affleck, Chris Anne, Meninggal Dunia di Usia 83 Tahun
Minggu / 26-07-2026, 00:42 WIB
Rizvan Kuniev Kalahkan Tyrell Fortune di UFC Abu Dhabi
Minggu / 26-07-2026, 00:41 WIB
Anthony Joshua Hadapi Kristian Prenga di Jeddah, Langkah Menuju Laga Fury
Minggu / 26-07-2026, 00:41 WIB
Eibar Uji Perkembangan dalam Laga Uji Coba Melawan Athletic Club di Zamudio
Minggu / 26-07-2026, 00:41 WIB
MIT Pasang 500 Kamera Keamanan Berbasis AI di Seluruh Kampus
Minggu / 26-07-2026, 00:36 WIB
Simon Pegg Bergabung dengan The Rings of Power Season 3 sebagai Balrog
Minggu / 26-07-2026, 00:35 WIB
Sauron Bikin Runyam Hubungan Celeborn dan Galadriel di The Rings of Power Season 3
Minggu / 26-07-2026, 00:35 WIB
Jadwal Tayang Anime Summer 2026: Smoking Behind the Supermarket with You dan Lainnya
Minggu / 26-07-2026, 00:35 WIB







