Jangan anggap sepele gigi yang rusak atau tanggal.

Sebuah studi terbaru mengungkap bahwa jumlah gigi yang tersisa bisa menjadi indikator penting bagi kesehatan dan risiko kematian dini.

>>> Kios Burger di Blackpool Pertahankan Harga 1 Euro Selama 20 Tahun

Peneliti dari Universitas Osaka, Jepang, menganalisis data lebih dari 190 ribu lansia berusia 75 tahun ke atas.

Mereka menemukan bahwa orang dengan lebih banyak gigi sehat cenderung hidup lebih panjang.

Gigi yang telah ditambal pun memberikan manfaat hampir setara dengan gigi sehat. Artinya, perawatan gigi yang tepat tidak hanya menjaga fungsi mulut, tetapi juga mendukung kesehatan jangka panjang.

Gigi Sehat dan Tambalan Jadi Prediktor Kematian

Setiap gigi diklasifikasikan ke dalam kategori sehat, ditambal, berlubang, atau hilang.

Hasilnya, jumlah gigi sehat dan yang ditambal merupakan prediktor lebih akurat untuk risiko kematian akibat semua penyebab dibanding hanya gigi sehat saja.

"Jumlah total gigi sehat dan gigi yang ditambal memprediksi angka kematian akibat semua penyebab dengan lebih akurat daripada hanya jumlah gigi sehat saja," tulis para peneliti dalam publikasi ilmiahnya, dikutip dari Science Alert, Rabu (10/6/2026).

Kematian akibat semua penyebab adalah ukuran untuk melihat kemungkinan seseorang meninggal lebih cepat dari yang seharusnya karena berbagai faktor.

Para peneliti menduga hubungan ini berkaitan dengan peran kesehatan mulut terhadap kondisi tubuh. Gigi rusak atau hilang dapat memicu peradangan kronis yang memengaruhi organ lain.

>>> Korlantas Polri Bedakan Warna Sampul BPKB Sesuai Jenis Kendaraan

Selain itu, kehilangan gigi mengurangi kemampuan mengunyah makanan bergizi.

Temuan ini menegaskan bahwa menjaga kesehatan gigi bukan hanya penting untuk kenyamanan makan atau berbicara, tetapi juga berkontribusi pada kualitas dan harapan hidup.