Sebuah kios makanan di kawasan wisata Blackpool, Inggris, berhasil mempertahankan harga burger andalannya sebesar 1 Euro atau sekitar Rp20 ribu selama dua dekade terakhir.

Kedai bernama Higgitt's Las Vegas Arcade Blackpool & £1 Burger Bar ini menyajikan menu sederhana berisi roti, patty, bawang, dan saus.

>>> Korlantas Polri Bedakan Warna Sampul BPKB Sesuai Jenis Kendaraan

Olahan kuliner terjangkau itu menarik minat wisatawan hingga memicu antrean panjang lebih dari satu jam.

Strategi Efisiensi Biaya Produksi

Pemilik usaha, Chris Higgitt, merintis bisnis ini setelah sebelumnya bekerja sebagai teknisi serta mengelola penginapan dan arena permainan bersama istrinya.

Usaha burger yang semula menjadi sampingan kini menjadi sumber penghasilan utama setelah bisnis arena permainannya tidak berjalan lancar.

"Aku sangat bangga bisa mempertahankan harganya dalam kurun waktu yang lama. Sekarang bahkan lebih populer daripada sebelumnya," ungkap Chris Higgitt.

>>> Nilai Tukar Rupiah Melemah Tipis ke Level Rp17.965 Per Dolar AS

Melalui perhitungan matang, Higgitt menekan biaya pembuatan satu porsi burger hingga hanya sekitar 50 sen atau Rp10 ribu, sudah mencakup bahan baku dan daya listrik.

Penekanan anggaran produksi dicapai melalui tiga faktor utama: efisiensi operasional, pembelian bahan baku dalam jumlah besar secara grosir, serta optimalisasi media sosial.

Publikasi organik dari para pembuat konten di TikTok dan YouTube turut mendongkrak popularitas kedai ini hingga viral.

>>> Mantan Pemulung Nasikhin Raih Gelar Doktor Cumlaude di UIN Walisongo

Higgitt terus mengapresiasi ulasan digital dari para kreator konten karena volume penjualan yang tinggi mempermudah dirinya mempertahankan harga jual tetap murah.