PT Ekamas Maju Republic Tbk. (MoraRepublik) menyiapkan sejumlah strategi operasional untuk mengantisipasi lonjakan harga material fiber optik dan perangkat jaringan akibat tekanan nilai tukar rupiah.

Pelemahan mata uang lokal dan dinamika ekonomi global disebut memicu kenaikan beban pengadaan infrastruktur digital.

>>> Saham BBRI Bertahan di Zona Hijau pada Sesi I Perdagangan

Meski demikian, manajemen berkomitmen agar pengembangan konektivitas di Indonesia tidak terhambat.

Tiga Langkah Strategis

Perusahaan internet rumah ini mengadopsi tiga langkah strategis.

Langkah tersebut meliputi penguatan manajemen stok bersama vendor, optimalisasi utilisasi jaringan yang ada, dan koordinasi dengan asosiasi industri terkait biaya regulasi.

"Namun, hingga saat ini dampaknya masih dapat kami kelola dengan baik melalui perencanaan dan pengelolaan operasional yang baik," kata Resi Y.

>>> Pertamina Perluas Kewajiban Barcode untuk Pembelian BBM Bersubsidi

Bramani, Chief Regulatory & Corporate Affairs Officer Mora Republic.

Manajemen kini memprioritaskan perluasan jaringan Fiber to the Home (FTTH) serta Fixed Wireless Access (FWA) secara terukur di berbagai kota.

"Strategi ini dilakukan agar belanja modal tetap terukur namun kualitas layanan kepada pelanggan tetap terjaga dan ekspansi jaringan tetap berjalan," ujar Resi.

>>> Pembentukan Bursa Mineral Dinilai Perkuat Posisi Dagang Indonesia

Langkah penyesuaian bisnis yang cepat dan adaptif terus berjalan melalui pemantauan ketat terhadap rantai pasok industri telekomunikasi serta pergerakan kurs global secara berkala.