Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) berhasil bertahan di zona hijau pada sesi I perdagangan Rabu (10/6/2026).

Pada pukul 11.13 WIB, saham BBRI berada di posisi Rp 2.850 atau naik 2,15%.

>>> Pertamina Perluas Kewajiban Barcode untuk Pembelian BBM Bersubsidi

Aktivitas perdagangan mencatat 421,44 juta saham BBRI telah ditransaksikan dengan frekuensi 64.786 kali dan nilai transaksi Rp 1,22 triliun.

Aksi borong menjadi pendorong utama penguatan saham BBRI. Data Stockbit Sekuritas menunjukkan net buy sebesar Rp 83,7 miliar.

Penguatan ini melanjutkan tren positif setelah saham BBRI melompat 7,72% pada perdagangan Selasa (9/6/2026).

Sebelumnya, saham ini sempat ditutup di zona merah pada periode 3-8 Juni 2026.

Proyeksi dan Sentimen Pasar

Analisis CGS International Sekuritas melihat saham BBRI berpeluang menguat pada perdagangan Rabu. Target resistance pertama di level 2.880 dan resistance kedua di 2.970.

Penguatan BBRI sejalan dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang melonjak 2,16% sekitar pukul 11.17 WIB.

Sentimen positif IHSG didorong oleh kenaikan harga Pertamax sebesar 32% menjadi Rp 16.250 per liter dan penguatan nilai tukar rupiah ke bawah level 18.000.

>>> Pembentukan Bursa Mineral Dinilai Perkuat Posisi Dagang Indonesia

Stockbit Sekuritas menilai kenaikan harga Pertamax memberikan sinyal kedisiplinan terkait harga energi, meskipun belum jelas hubungan langsungnya dengan APBN.

Selain itu, kondisi makroekonomi membaik dengan nilai tukar rupiah menguat ke level 17.900 pada Rabu pagi.

IHSG sebelumnya ditutup melonjak 7,57% ke level 5.746 pada Selasa (9/6/2026). Sebanyak 678 saham naik, 87 turun, dan 48 stagnan.

BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) menyebut tiga katalis utama lonjakan IHSG. Pertama, Bank Indonesia menaikkan suku bunga 25 bps ke 5,50% untuk memperkuat rupiah.

Kedua, muncul pembahasan antara DPR, Danantara, Himbara, BPJS, dan asuransi BUMN mengenai wacana buyback saham bank-bank Himbara. Ini menjadi sinyal stabilisasi pasar.

Ketiga, kejelasan regulasi perdagangan internasional yang memastikan tidak ada mekanisme gross split dalam skema ekspor, meredakan kekhawatiran pasar.

>>> Pemerintah Proyeksikan Rupiah Menguat Bertahap pada Semester II-2026

BRIDS menilai ketiga katalis ini bersama-sama memperkuat sentimen positif dan mendorong rebound saham di IHSG.