PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) mengandalkan pengembangan bisnis digital untuk mendorong kinerja perseroan pada tahun ini.

Hingga kuartal I-2026, emiten perbankan digital ini telah menyalurkan kredit digital sebesar Rp 8,14 triliun.

>>> Indonesia dan Singapura Sepakat Perluas KEK dan Kawasan Perdagangan Bebas

Angka tersebut tumbuh 29% secara tahunan (year-on-year/yoy).

Dari sisi outstanding, ekspansi pembiayaan digital tumbuh 33,1% yoy menjadi Rp 3,14 triliun.

Jumlah itu setara dengan 45,6% dari total kredit bank.

Pencapaian tersebut didorong oleh produk Pinang Dana Talangan yang menyalurkan pinjaman Rp 7,25 triliun, tumbuh 33,4% yoy.

Outstanding produk unggulan ini naik 63% yoy menjadi Rp 1,15 triliun, yang dialokasikan kepada sekitar 52 ribu Agen BRILink dan Agen Gadai.

Pendanaan dan Likuiditas Solid

Pada aspek pendanaan, Bank Raya menghimpun dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp 8,44 triliun dalam tiga bulan pertama tahun ini.

Total dana murah mencapai Rp 3 triliun atau naik 30,2% yoy, ditopang oleh Digital Saving yang tumbuh 63,9% yoy menjadi Rp 2,3 triliun.

>>> Thomas Tuchel Sebut Timnas Inggris Bukan Favorit Utama Piala Dunia

Likuiditas perseroan terjaga dengan rasio loan to deposit ratio (LDR) di posisi 81,64%.

Rasio kecukupan modal (CAR) dipertahankan kuat pada level 41,8%.

Direktur Utama Bank Raya Ida Bagus Ketut Subagia menyebut, kinerja bank akan terus didorong melalui dua strategi utama, yaitu eksploitasi dan eksplorasi.

Langkah eksploitasi dioptimalkan melalui sinergi ekosistem BRI Group, sedangkan eksplorasi ditempuh dengan membidik pasar di luar BRI Group lewat kemitraan strategis.

"Di tengah dinamika global, kami selalu berupaya menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis dan penguatan fundamental sebagai bukti keberhasilan transformasi menjadi bank digital," ujar Ida Bagus dalam paparan publik daring, Selasa (9/6/2026).

Manajemen optimistis target pertumbuhan bisnis digital yang berkelanjutan dapat tercapai di sisa tahun 2026.

Proyeksi positif didukung oleh penguatan inovasi produk digital serta penerapan disiplin keuangan yang ketat untuk menjaga profitabilitas.

>>> Pertamina Naikkan Harga Pertamax Jadi Rp16.250 per Liter Akibat Tekanan APBN

Hingga akhir Maret 2026, Bank Raya telah menyematkan lebih dari 100 fitur pada Aplikasi Raya yang kini diakses oleh lebih dari 1 juta nasabah.