Pertamina Naikkan Harga Pertamax Jadi Rp16.250 per Liter Akibat Tekanan APBN
PT Pertamina (Persero) resmi menaikkan harga bahan bakar minyak nonsubsidi jenis Pertamax dan Pertamax Green 95 pada Rabu (10/6/2026).
Kebijakan ini diambil demi menjaga keberlanjutan fiskal negara di tengah menyempitnya ruang APBN akibat tingginya beban utang jatuh tempo, potensi kekurangan penerimaan negara, dan lonjakan biaya belanja energi nasional.
>>> Bank Mandiri Dukung Kenaikan BI Rate Jadi 5,5 Persen
Harga Pertamax (RON 92) melonjak dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter, sementara Pertamax Green 95 (RON 95) naik dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.
Pemerintah memutuskan untuk tidak mengubah harga BBM penugasan dan subsidi, dengan mempertahankan Pertalite pada Rp10.000 per liter serta Biosolar di Rp6.800 per liter.
Tekanan Fiskal dan Pelemahan Rupiah Jadi Pemicu
Direktur Eksekutif Celios, Bhima Yudhistira, mengatakan bahwa situasi APBN saat ini berada dalam posisi krusial.
"Utang jatuh tempo dan kewajiban bunga menembus Rp1.434 triliun, tahun ini salah satu puncak pembayaran utang.
Outlook penerimaan pajak shortfall diperkirakan Rp300 triliun hingga Rp340 triliun, dan kebutuhan belanja program masih besar. Pemerintah sudah kehabisan amunisi menjaga harga energi tetap stabil," kata Bhima.
Pelemahan nilai tukar rupiah yang telah merosot sekitar 8% sejak awal tahun turut memperberat kondisi karena memicu pembengkakan biaya impor minyak mentah.
Menurut simulasi sensitivitas makro ekonomi, ketidakmampuan mengendalikan stabilitas kurs menyebabkan belanja negara bertambah Rp91,5 triliun, salah satunya untuk biaya kompensasi ke Pertamina.
Ekonom dan pakar kebijakan publik UPN Veteran Jakarta, Achmad Nur Hidayat, menekankan bahwa efek domino dari kebijakan ini akan membebani jalur distribusi logistik dan mobilitas pekerja.
"BBM bukan barang biasa. BBM adalah darah mobilitas ekonomi.
Ketika harga BBM naik, yang melonjak bukan hanya ongkos mengisi tangki," kata Achmad.
>>> Xiaomi Luncurkan Model AI MiMo-V2.5-Pro-UltraSpeed, Klaim Kecepatan 1.000 Token per Detik
Kenaikan harga Pertamax mencerminkan rumitnya tantangan pemerintah dalam menyeimbangkan stabilitas APBN dan menjaga kesejahteraan ekonomi masyarakat.
Update Terbaru
Tiga Proyek PSEL di Bekasi, Bogor, dan Denpasar Resmi Jadi Proyek Strategis Nasional
Rabu / 10-06-2026, 12:25 WIB
Saraf Terjepit di Punggung: Penyebab dan Cara Mengobati di Rumah
Rabu / 10-06-2026, 12:24 WIB
Samsung Luncurkan Galaxy A57 dan A37 dengan Kamera Video Lebih Canggih
Rabu / 10-06-2026, 12:24 WIB
Rupiah Spot Menguat ke Rp 17.962 per Dolar AS pada 10 Juni 2026
Rabu / 10-06-2026, 12:24 WIB
Bank Mandiri Kaji Suku Bunga Usai BI Rate Naik 25 bps
Rabu / 10-06-2026, 12:24 WIB
Pertamina Operasikan Kapal Pembersih Sampah Otomatis di Bali
Rabu / 10-06-2026, 12:24 WIB
Juventus Buru Striker Baru Setelah Tawaran Sorloth Ditolak Atletico
Rabu / 10-06-2026, 12:24 WIB
Uji Kejelian Mata Lewat 7 Tantangan Mencari Angka Tersembunyi
Rabu / 10-06-2026, 12:20 WIB
INNSiDE By Melia Yogyakarta: Cara Mudah Nikmati Indahnya Gunung Merapi
Rabu / 10-06-2026, 12:20 WIB
Subsidi Pertalite Diprediksi Jebol Imbas Kenaikan Harga Pertamax
Rabu / 10-06-2026, 12:20 WIB
Uji Kejelian Mata dengan 7 Tantangan Cari Angka Tersembunyi
Rabu / 10-06-2026, 12:20 WIB
Park Kyung-hye Ungkap Kebiasaan Potong Makanan Akibat Operasi Rahang Rp 300 Juta
Rabu / 10-06-2026, 12:16 WIB
Katalog Promo Alfamart Khusus Member Juni 2026: Diskon Sembako dan Produk Harian
Rabu / 10-06-2026, 12:16 WIB
BMHS Mulai Bangun Skybridge untuk Integrasikan Layanan RS Bunda Jakarta
Rabu / 10-06-2026, 12:15 WIB






