Xiaomi resmi meluncurkan model kecerdasan buatan terbaru bernama MiMo-V2.5-Pro-UltraSpeed.

Model ini diklaim mampu menghasilkan lebih dari 1.000 token per detik tanpa memerlukan perangkat keras khusus yang mahal.

>>> Adhi Karya Catat Perbaikan Risiko ESG Lewat Shadow Rating 2025

Dalam pengujian, kecepatan pemrosesan model ini bahkan mendekati 1.200 token per detik. Angka tersebut jauh melampaui performa beberapa chatbot populer yang ada saat ini.

Berdasarkan data Artificial Analysis, kecepatan MiMo berada di atas GPT-5.5 yang hanya mencatat 68 token per detik.

Claude Opus 4.6 beroperasi di kisaran 71 token per detik, sementara Gemini Flash memproses sekitar 192 token per detik.

Kecepatan tinggi tersebut diraih Xiaomi hanya dengan mengandalkan satu server standar yang berisi delapan GPU.

Pendekatan ini berbeda dari perusahaan infrastruktur AI lain yang umumnya mengembangkan chip khusus untuk mendongkrak performa.

Optimasi Perangkat Lunak Jadi Kunci

Xiaomi memfokuskan pengembangan pada optimasi perangkat lunak melalui sistem bernama TileRT serta teknik kompresi data yang efisien.

>>> Saham Perbankan Melonjak Usai BI Rate Naik Jadi 5,50%

Salah satu metode yang diterapkan adalah FP4 Quantization untuk memperkecil ukuran data model tanpa menurunkan kualitas jawaban.

Selain itu, terdapat implementasi teknologi DFlash yang berfungsi memprediksi sekaligus memproses beberapa kata dalam satu langkah tunggal.

Kombinasi sistem ini membuat model AI berukuran lebih dari satu triliun parameter tetap berjalan sangat cepat.

Model MiMo-V2.5-Pro dipastikan bukan versi ringkas karena tetap memiliki kemampuan setara AI kelas atas, termasuk bersaing dengan Claude Opus dalam pengujian pemrograman.

Sistem pemrosesan data real-time ini berpotensi diaplikasikan untuk deteksi penipuan hingga perdagangan otomatis.

Saat ini program uji coba API MiMo-V2.5-Pro-UltraSpeed telah dibuka bagi kalangan pengembang dan korporasi.

>>> Adidas Sematkan Teknologi Bola Terhubung di Piala Dunia 2026

Sebagian dari teknologi pendukung model ini juga sudah dirilis secara open source agar dapat diuji oleh komunitas global.