Adidas memperkenalkan bola resmi Piala Dunia 2026 yang diberi nama Trionda. Bola ini dilengkapi teknologi sensor canggih untuk mendukung keputusan wasit.

Teknologi Bola Terhubung pada Trionda memerlukan pengisian daya sebelum setiap pertandingan. Sensor di dalamnya tidak dapat berfungsi tanpa pasokan baterai.

>>> PT Rukun Raharja Tbk Rencanakan Stock Split Saham RAJA

Juru bicara Adidas menjelaskan bahwa setiap bola diisi daya pada dudukan khusus di lokasi pertandingan. Proses ini memastikan bola berfungsi optimal selama pertandingan penuh.

Baterai yang tertanam memiliki standar tertinggi dan mampu bertahan beberapa kali lipat dari durasi pertandingan tingkat atas. Hal ini disampaikan perwakilan Adidas kepada Newsweek.

Komponen di dalam bola mencakup chip sensor gerak unit pengukuran inersia yang ditahan oleh sistem suspensi. Sensor ini mengumpulkan dan mengirimkan data ke sistem VAR.

Sensor melacak setiap sentuhan dan membantu wasit memutuskan potensi offside, handball, serta insiden lainnya. Adidas mengklaim belum pernah ada kasus baterai lemah selama turnamen sebelumnya.

>>> Australian Open 2026: Leo/Daniel dan Alwi Farhan Lolos ke Babak Kedua

Kerja Sama dengan Kinexon

Pada edisi Piala Dunia sebelumnya, Adidas bekerja sama dengan perusahaan teknologi Kinexon. Mereka menciptakan sistem terhubung dengan VAR sepanjang 64 pertandingan.

Pengisian daya bola dilakukan secara nirkabel melalui stasiun khusus. Prosesnya memakan waktu sekitar 90 menit untuk kapasitas penuh, dan baterai bertahan sekitar 6 jam penggunaan aktif.

Teknologi ini dapat mendeteksi saat bola berada di luar lapangan dan beralih ke mode hibernasi untuk menghemat baterai.

Berbeda dengan edisi 2022, sensor pada Trionda ditempatkan di sisi bola, bukan di titik tengah.

>>> Argentina Tekuk Islandia 3-0 dalam Laga Uji Coba Terakhir Jelang Piala Dunia

Desain Trionda merupakan penghormatan kepada tiga negara tuan rumah. Skema warnanya merah, hijau, dan biru, dengan ikonografi daun maple, elang, dan bintang.