PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) terus memperkuat tata kelola lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG).

Perusahaan mencatat perbaikan skor Shadow Rating ESG tahun 2025 menjadi 32,33 pada Rabu (10/6/2026).

>>> Saham Perbankan Melonjak Usai BI Rate Naik Jadi 5,50%

Nilai yang lebih rendah ini menunjukkan kemampuan emiten konstruksi tersebut dalam mengelola risiko keberlanjutan bisnis secara lebih baik.

Pengukuran kesiapan implementasi ini diluncurkan sebelum penilaian resmi oleh lembaga pemeringkat global.

Langkah simulasi ini dirancang untuk mengukur ketahanan bisnis, daya saing, serta penciptaan nilai jangka panjang perusahaan.

Badan Kerja Sama dan Manajemen Pengembangan (BKMP) Universitas Airlangga bertindak sebagai pelaksana penilaian.

Penilaian menggunakan kerangka metodologi dari Sustainalytics. Evaluasi mencakup aspek tata kelola, hubungan pemangku kepentingan, isu material industri konstruksi, hingga dinamika risiko eksternal.

Profil Risiko ADHI Membaik

Sebagai perusahaan di sektor engineering & construction (E&C), ADHI menghadapi dinamika operasional yang kompleks. Hal ini meliputi keselamatan kerja, rantai pasok, serta dampak lingkungan.

Meski demikian, penguatan kebijakan anti-korupsi dan sistem pelaporan membuat profil risiko ADHI berada di kisaran 32,33.

>>> Adidas Sematkan Teknologi Bola Terhubung di Piala Dunia 2026

Angka ini sedikit lebih baik dari rata-rata global subindustri Construction & Engineering yang berada di level 32,8.

Pihak manajemen menyatakan bahwa penerapan prinsip berkelanjutan ini bukan sekadar pemenuhan regulasi di atas kertas.

Corporate Secretary ADHI, Rozi Sparta, mengatakan ESG menjadi fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan usaha.

"ADHI memandang ESG sebagai fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan usaha.

Tidak hanya sebagai pemenuhan standar tata kelola dan instrumen pengelolaan risiko, melainkan bagian penting dalam mendorong keberlanjutan bisnis dan peningkatan kualitas operasional perusahaan," ujar Rozi Sparta.

Ke depan, langkah strategis ADHI akan difokuskan pada integrasi manajemen risiko serta peningkatan praktik Diversity & Inclusion.

>>> PT Rukun Raharja Tbk Rencanakan Stock Split Saham RAJA

Program keselamatan kerja juga terus diperkuat guna memantapkan posisi perusahaan dalam iklim pembangunan yang berkelanjutan.