Anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Chatib Basri mengingatkan Presiden Prabowo Subianto mengenai risiko kenaikan harga barang atau inflasi akibat melemahnya nilai tukar rupiah.

Peringatan itu disampaikan dalam pertemuan di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa (9/6/2026).

>>> Dampak Buruk Mengabaikan Balancing Baterai Mobil Listrik dan Hybrid

Menurut Chatib, dampak pelemahan rupiah bakal menyasar masyarakat kelas menengah ke bawah.

"Kami juga menyampaikan bahwa salah satu isu penting yang harus diperhatikan itu adalah kemungkinan mengenai risiko kenaikan harga-harga yang bisa terjadi akibat dari pelemahan rupiah.

Karena ini tentu akan berdampak pada [kelas] menengah bawah," ujarnya seusai pertemuan.

Mantan Menteri Keuangan era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu menambahkan, pemerintah perlu mengambil tindakan nyata untuk menjaga kepercayaan publik.

Efisiensi anggaran belanja negara menjadi salah satu solusi yang disarankan, termasuk pada program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Salah satunya adalah langkah-langkah yang dilakukan di dalam efisiensi anggaran, termasuk salah satu di antaranya di dalam kaitan dengan MBG," kata Chatib.

>>> Zepp OS 6 Hadirkan HybridCharge, Sinkronisasi Multi-Perangkat, dan Peningkatan Performa

Respons Ketua DEN

Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan menilai program MBG sudah berjalan dengan baik, meski masih memerlukan perbaikan ke depan.

"Sekarang anggaran cukup efisien. Kalau target semua, saya kira akan lebih efisien lagi ke depan," ujar Luhut.

Ia menjelaskan, DEN telah melakukan survei acak di 800 titik untuk memantau pelaksanaan MBG di lapangan.

Riset itu bertujuan memetakan ekosistem rantai pasok baru yang tercipta dari program tersebut.

Data survei menunjukkan 86,9 persen Satuan Pelayanan Makanan Bergizi (SPMG) terhubung dengan minimal satu pemasok skala UMKM.

>>> BCA Cermati Kenaikan BI Rate Jadi 5,50 Persen

Sebanyak 64-65 persen sektor UMKM berada di kabupaten yang sama dengan SPMG, dan hampir 99 persen pemasok merupakan warga lokal dengan tingkat kepuasan performa di atas 70 persen.