Indonesia Ajukan Pengecualian Tarif untuk 18 Komoditas Unggulan ke AS
Pemerintah Indonesia resmi mengajukan pengecualian tarif kepada Amerika Serikat (AS) untuk 18 komoditas ekspor unggulan pada Selasa (9/6/2026).
Langkah ini diambil di tengah penyelidikan dagang berbasis Pasal 301 Trade Act 1974 oleh pihak AS.
>>> Core: Izin Impor Migas BLU Berpotensi Tumpang Tindih Kewenangan
Komoditas yang diajukan meliputi minyak sawit mentah (CPO), karet, kopi, hingga suku cadang.
Produk Indonesia berpotensi dikenai tarif tambahan jika hasil penyelidikan AS membuktikan adanya praktik kerja paksa dan kapasitas produksi berlebih.
Usulan Disampaikan ke USTR
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa usulan pengecualian ini telah disampaikan secara resmi kepada Kantor Perwakilan Dagang Amerika Serikat (USTR).
"[Yang diajukan pengecualian] CPO, karet, kopi dan banyak lagi," ujar Airlangga.
Saat ini, arus ekspor Indonesia ke AS masih dikenakan tarif global sebesar 10% berdasarkan Pasal 122 Trade Act AS.
Ketentuan tarif global ini berlaku sejak Februari 2026 dan dijadwalkan berakhir pada 24 Juli 2026.
Pemerintah AS berencana menerapkan tarif baru berbasis Pasal 301 setelah masa berlaku tarif global berakhir.
Indonesia tetap menjadi subjek penyelidikan meskipun telah menandatangani Agreement on Reciprocal Trade (ART) dengan AS pada Februari 2026.
>>> Toby Fox Umumkan Deltarune Chapter 5 Rilis Juni 2026
Dalam temuan investigasi awal terkait isu kerja paksa, Indonesia masuk dalam kelompok enam negara yang dinilai belum efektif menegakkan larangan impor barang hasil kerja paksa.
Kelompok ini dikenakan tarif kerja paksa sebesar 10%, sementara 54 negara lain seperti China dan India dikenai tarif lebih tinggi sebesar 12,5%.
Pemerintah memproyeksikan total tarif terhadap produk Indonesia bisa mencapai sekitar 18% hingga investigasi Pasal 301 selesai.
Update Terbaru
6 Hal yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Kuliah di Luar Negeri
Minggu / 26-07-2026, 02:52 WIB
Christian Gonzalez Ikut Latihan Penuh Patriots di Tengah Negosiasi Kontrak
Minggu / 26-07-2026, 02:43 WIB
Resident Evil 4 Remake Raup 560 Juta Dolar AS, Jadi Remake Terlaris Generasi Ini
Minggu / 26-07-2026, 02:43 WIB
Lucasfilm Siapkan Film Star Wars: Starfighter untuk Rilis 2027
Minggu / 26-07-2026, 02:43 WIB
Padres Hadapi Marlins, Miami Berusaha Akhiri 10 Kekalahan Beruntun
Minggu / 26-07-2026, 02:42 WIB
Imigrasi AS Deportasi Mantan Pemain NFL Kenya Daniel Adongo
Minggu / 26-07-2026, 02:42 WIB
Viruzz Hadapi Gero Arias di Laga Kelima La Velada del Ano 6
Minggu / 26-07-2026, 02:42 WIB
PlayStation Store dan Jaringan Down, Tanda Masa Depan All-Digital Sony?
Minggu / 26-07-2026, 02:42 WIB
Yen Press Lisensi Tiga Judul Baru: Light Novel dan Manga
Minggu / 26-07-2026, 02:41 WIB
Kodansha USA Umumkan Lisensi Manga Baru di San Diego Comic-Con
Minggu / 26-07-2026, 02:41 WIB
5 dari 100 Angkatan Kerja Indonesia Masih Menganggur di 2026, Jakarta Masuk Daftar
Minggu / 26-07-2026, 02:41 WIB
Indonesia Tegaskan Komitmen Kemitraan Jangka Panjang dengan China
Minggu / 26-07-2026, 02:35 WIB
Debat Hunter Biden dan Nick Fuentes Panas, Bahas Ras hingga Pembunuhan MLK
Minggu / 26-07-2026, 02:35 WIB
Cabut dari Persib, Federico Barba Langsung Diminati Klub Serie A Italia
Minggu / 26-07-2026, 02:34 WIB







