Meski saham teknologi melemah, sembilan dari 11 sektor di S&P 500 mencatatkan kenaikan, dipimpin sektor defensif seperti real estate, layanan kesehatan, dan utilitas.

Bret Kenwell dari eToro menilai reli yang meluas ke sektor lain akan lebih konstruktif bagi pasar.

Volatilitas juga dipicu oleh rencana IPO SpaceX pekan ini yang menimbulkan pertanyaan mengenai daya serap pasar.

Anthony Saglimbene dari Ameriprise menyoroti sumber dana untuk IPO besar tersebut, yang dapat memaksa investor mengurangi kepemilikan saham berkeuntungan besar.

Antisipasi Data Inflasi AS

Pelaku pasar bersiap mengantisipasi rilis data indeks harga konsumen (CPI) AS yang dijadwalkan pada pekan ini.

Ekonom yang disurvei Bloomberg memproyeksikan inflasi tahunan CPI Mei naik menjadi 4,2% dari 3,8% pada bulan sebelumnya.

Inflasi inti diperkirakan naik tipis ke 2,9% dari 2,8%.

>>> Truk Muatan Penyedap Rasa Tabrak Dua Warung di Cirebon, Satu Tewas

Kepala Strategi Suku Bunga AS TD Securities, Gennadiy Goldberg, mengatakan kombinasi data tenaga kerja yang kuat dan inflasi tinggi membuat pasar memperhitungkan peluang pengetatan kebijakan The Fed.