Enam Katai Merah Diduga Telan Planet Berbatu Mereka, Terdeteksi Lewat Jejak Litium
Sebanyak enam bintang katai merah terdeteksi memiliki jejak elemen litium pada atmosfernya. Para ilmuwan menduga litium tersebut berasal dari pemusnahan planet berbatu milik bintang itu sendiri.
Temuan ini didapatkan setelah para astronom melakukan penelitian terhadap data ribuan bintang. Hasilnya dipublikasikan pada Rabu (10/6/2026) di Monthly Notices of the Royal Astronomical Society.
>>> Indosat dan Nokia Modernisasi Jaringan 5G dengan AI
Kandungan litium yang tidak biasa ini menjadi tanda karena dalam kondisi normal, unsur litium seharusnya sudah musnah di inti bintang bermassa rendah secara cepat.
Para ilmuwan menggunakan metode nekroplanetologi, yaitu studi sisa-sisa planet, untuk mengidentifikasi tanda kosmik tersebut.
Penelitian Berbasis Data Spektroskopi
Penelitian ini awalnya menyaring data Spektroskopi Gaia-ESO (GES) yang mengumpulkan komposisi kimia ribuan bintang di galaksi Bima Sakti.
Tim peneliti kemudian mempersempit pencarian menjadi 318 bintang katai merah yang berpotensi menunjukkan tanda litium.
>>> Harga Minyak Dunia Anjlok 3% ke Level Terendah Tujuh Pekan
Hasil penyaringan akhir menunjukkan enam bintang katai merah memiliki kandungan litium jauh lebih melimpah daripada takaran normal.
Berdasarkan kalkulasi permodelan, sinyal litium baru ini muncul akibat aktivitas bintang yang melahap material eksternal di sekitarnya.
Astronom Robin Jeffries dari Keele University di Inggris menjelaskan, "Bahkan sejumlah kecil litium pun akan terlihat jelas di bintang-bintang ini, seperti melemparkan cat ke kanvas kosong."
Perhitungan tim astronom mengindikasikan bahwa sebuah bintang perlu menelan planet berbatu yang setara dengan tiga hingga sepuluh kali massa Bumi untuk memunculkan sinyal litium tersebut.
>>> Diskominfo Kota Tangerang Peringatkan Warga soal Penipuan SIM Swap
Katai merah sendiri dikenal sebagai bintang kecil dan dingin yang sering dikelilingi oleh planet berbatu berukuran kecil.
Update Terbaru
Pertamina Resmi Naikkan Harga Pertamax dan Pertamax Green per 10 Juni
Rabu / 10-06-2026, 07:20 WIB
Korlantas Polri Perpanjang Moratorium Sirene dan Strobo di Jalan Raya
Rabu / 10-06-2026, 07:20 WIB
AI Fisik Jadi Tren Teknologi Terbesar di Computex 2026
Rabu / 10-06-2026, 07:16 WIB
Polri Perpanjang Larangan Penggunaan Sirene dan Lampu Strobo di Dalam Kota
Rabu / 10-06-2026, 07:16 WIB
Atletico Madrid Bantah Klaim Real Madrid soal Tawaran Julian Alvarez
Rabu / 10-06-2026, 07:16 WIB
Nanda Persada Ungkap Peran Ruben Onsu di Balik Karier Sarwendah
Rabu / 10-06-2026, 07:16 WIB
UIN Jakarta Buka Pendaftaran SPMB Mandiri Reguler 2026 via Ujian SSE
Rabu / 10-06-2026, 07:16 WIB
'Teach You a Lesson' Puncaki Chart Mingguan Netflix untuk Serial Non-Inggris
Rabu / 10-06-2026, 07:15 WIB
Serangan Udara AS ke Iran Picu Kenaikan Harga Minyak Dunia
Rabu / 10-06-2026, 07:15 WIB
China Sukses Lakukan Transplantasi Ginjal dan Hati Babi ke Manusia
Rabu / 10-06-2026, 07:15 WIB
PT Trimitra Trans Persada Bagikan Dividen Tunai Rp21 Per Saham
Rabu / 10-06-2026, 07:12 WIB
Harga Pertamax dan Pertamax Green Resmi Naik per 10 Juni 2026
Rabu / 10-06-2026, 07:10 WIB
Jaecoo dan Geely Gempur Dominasi Pabrikan Jepang di Pasar Mobil Indonesia Mei 2026
Rabu / 10-06-2026, 07:10 WIB
Rutin Minum Kopi Hitam Berikan Tiga Efek Perlindungan Organ Hati
Rabu / 10-06-2026, 07:10 WIB






