Pemerintah Siapkan Instrumen Baru Kejar Target Cukai Rokok 2026
Pemerintah menyiapkan instrumen baru untuk mengejar target penerimaan cukai hasil tembakau (CHT) pada APBN 2026. Otoritas fiskal berencana meningkatkan pengawasan produksi pabrikan rokok guna menekan peredaran rokok ilegal.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pihaknya akan mengoperasikan teknologi baru untuk mendeteksi produksi rokok secara otomatis mulai Juni 2026.
>>> Hongaria vs Kazakhstan: Jaga Rekor Tak Terkalahkan di Debrecen
Teknologi ini memungkinkan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai memantau produksi secara terpusat.
"Juni udah mulai jalan itu programnya. Nanti enam bulan kepasang semua mesinnya.
Penghitungan rokok di pabrik akan otomatis langsung masuk ke sini ke Bea Cukai sehingga tidak ada kebocoran-kebocoran lagi," ujar Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa Juni 2026.
Purbaya enggan memerinci lebih lanjut mengenai teknologi yang dimaksud.
Namun, pada Desember 2025, ia sempat menyinggung peluang keterlibatan vendor baru untuk proyek digitalisasi pengawasan produksi dan distribusi rokok.
Penerimaan Cukai Mulai Tumbuh Positif
Penerimaan kepabeanan dan cukai pada Mei 2026 tumbuh 0,7% year-on-year (yoy), melanjutkan rebound pada April 2026 sebesar 0,6% (yoy).
Sebelumnya, pada kuartal I/2026, penerimaan terkontraksi 12,6% (yoy).
Realisasi penerimaan sampai akhir Mei 2026 baru terkumpul 36,8% dari target Rp336 triliun.
>>> John Herdman Dukung Ole Romeny Ekspresikan Diri di Lapangan
Target penerimaan cukai rokok sendiri mencapai Rp225,7 triliun atau 67,1% dari total target kepabeanan dan cukai.
Pro dan Kontra Teknologi Baru
Kalangan produsen rokok berharap alat ini bisa mendeteksi penyalahgunaan pita cukai, termasuk pemalsuan.
Ketua Gabungan Produsen Rokok Putih Indonesia (Gaprindo) Benny Wahyudi mengatakan banyak produsen rokok ilegal yang tidak menggunakan cukai sama sekali.
Namun, pengamat pajak menilai tidak ada urgensi penerapan mesin tersebut.
Kepala Riset Perpajakan CITA Fajry Akbar berpendapat mayoritas rokok ilegal adalah yang tidak memiliki pita cukai, sehingga pabrikan legal yang sudah patuh tidak perlu diawasi lebih ketat.
Fajry menambahkan bahwa pabrikan barang kena cukai (BKC) sudah memiliki tingkat kepatuhan tinggi dengan alur produksi yang ketat.
"Saya tidak melihat urgensi dari mesin atau teknologi tersebut," pungkasnya.
Data Kementerian Keuangan menunjukkan jumlah penindakan rokok ilegal pada Mei 2026 meningkat 12,2% menjadi 6.880 kali dibandingkan periode sama tahun lalu.
>>> Jadwal Rilis Lookism Chapter 611 dan Spoiler Terbaru
Jumlah batang rokok yang ditindak melonjak 128,2% menjadi 865 juta batang.
Update Terbaru
Timnas Indonesia Tekuk Mozambik 1-0 di Gelora Bung Karno
Rabu / 10-06-2026, 03:15 WIB
Timnas Azerbaijan Tahan Imbang San Marino di Laga Uji Coba
Rabu / 10-06-2026, 03:13 WIB
Timnas Indonesia Kalahkan Mozambik 1-0, Gol Ole Romeny Jadi Penentu
Rabu / 10-06-2026, 03:13 WIB
Timnas Indonesia Sapu Bersih FIFA Matchday Usai Tekuk Mozambik 1-0
Rabu / 10-06-2026, 03:12 WIB
Lini Belakang Timnas Indonesia Tampil Solid Kalahkan Mozambik
Rabu / 10-06-2026, 03:12 WIB
Timnas Indonesia Tekuk Mozambik 1-0 Lewat Gol Tunggal Ole Romeny
Rabu / 10-06-2026, 03:12 WIB
Timnas Indonesia Tekuk Mozambik 1-0 di FIFA Matchday Juni 2026
Rabu / 10-06-2026, 03:10 WIB
Pertamina Naikkan Harga Pertamax dan Pertamax Green per 10 Juni 2026
Rabu / 10-06-2026, 03:08 WIB
Madura United Tunjuk Ze Gomes sebagai Pelatih Baru
Rabu / 10-06-2026, 03:08 WIB
Pertahanan Solid Timnas Indonesia Kunci Kemenangan atas Mozambik
Rabu / 10-06-2026, 03:05 WIB
Trump Tuding Ford dan GM Ingin Batasi Hak Konsumen Perbaiki Mobil Sendiri
Rabu / 10-06-2026, 03:04 WIB
Madura United Tunjuk Ze Gomes sebagai Pelatih Baru, Lepas Dua Kiper
Rabu / 10-06-2026, 03:04 WIB
Timnas Indonesia Tekuk Mozambik 1-0, Gol Tunggal Ole Romeny
Rabu / 10-06-2026, 03:04 WIB
Adri Embarba Cetak Gol, Almeria Ungguli Castellon di Babak Pertama
Rabu / 10-06-2026, 03:01 WIB






